Sake Jepang Ber-LED Tambah Cantik Targetkan Turis Asing

Tetapi yang terbaik minum sake sambil bersantai dan mungkin menikmati botolnya yang menarik pula.

Sake Jepang Ber-LED Tambah Cantik Targetkan Turis Asing
Richard Susilo
Sake ber-LED yang berwarna warni pertama kali di Jepang targetkan turis asing 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Banyak orang suka minum sake, minuman alkohol tradisional Jepang. Tetapi yang terbaik minum sake sambil bersantai dan mungkin menikmati botolnya yang menarik pula.

"Pertama kali ide ini muncul saat bertemu pertama kali tahun 2016 CEO Keiichiro Yukita di Tokyo yang memberikan ide mengenai bentuk gunung Fuji masuk ke dalam botol sake buatan tangan saya," papar CEO Fujinishiki Sake Brewery, Shinichi Sei khusus kepada Tribunnews.com Rabu ini (24/1/2018).

Dari sana disepakatilah pembuatan sake dengan botol buatan tangan, kaca bagian bawahnya masuk ke dalam dengan bentuk gunung Fuji lalu berisi lampu LED (Light-emitting diode) sehingga tampak botol sake bisa bersinar dari dalamnya dengan lampu berwarna warni mulai merah, kuning, hijau, biru dan sebagainya bersinar dari LED tersebut.

"Lampu itu bisa satu warna bisa berubah warna-warni, ada remote-control nya. Jadi pembeli atau pemilik bisa menyetel sendiri lampu LED tersebut, mau satu warna terus atau mau berubah-ubah otomatis bisa saja dengan remote control tersbeut," papar Keiichiro Yukita CEO Y'S Factory Japan khusus kepada Tribunnews.com pula Rabu ini (24/1/2018).

Pembuatan sake dengan LED dan bergambar atau berbentuk gunung Fuji tersbeut karena letak pabrik sake dekat gunung Fuji sehingga punya satu kaitan yang kuat dengan gunung Fuji.

"Awalnya juga ada kegiatan dan pembukaan pusat informasi Fuji di dekat gunung Fuji yang dimaksudkan untuk promosi bagi orang asing yang datang ke sana. lalu mereka menanyakan ke saya ada ide apa ya yang bagus buat dijual. Dan dua tahun lalu ketemu di acara Sake di Tokyo dengan CEO Yukita yang punya ide tersebut, akhirnya jadilah kolaborasi ini," tambah Sei lagi.

Saat ini pesanan per bulan sudah mencapai sedikitnya 90 botol sake di dalam negeri Jepang dan akan dipasarkan rencana ke Amerika Serikat pula serta China.

"Belum ada rencana pemasaran ke Asia atau ke Indonesia, namun tak menutup kemungkinan menjualnya juga ke Indonesia," tambah Sei lagi.

Sake ber-LED ini adalah yang pertama kali di dunia dan sudah dipatent kan oleh Yukita, tambah Sei.

Harga satu botol sake beraneka ragam sesuai dengan bungkusan kain tradisional Jepang dengan desain yang beraneka ragam.

"Harganya beda karena pembungkus kain dengan desain yang berbeda-beda. Sedangkan isi sakenya sama semua," papar Yukita lagi.

Harganya antara 20.000-24.000 yen per botol belum termasuk pajak (PPN) belum termasuk ongkos kirim.

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help