FSA Jepang Tegur Keras Pengelola Mata Uang Virtual yang Kebobolan 58 Miliar Yen

Badan pemonitor lembaga keuangan Jepang Financial Service Agency (FSA) menegur keras perusahaan Coincheck Inc yang kebobolan 58 miliar yen.

FSA Jepang Tegur Keras Pengelola Mata Uang Virtual yang Kebobolan 58 Miliar Yen
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Gedung Pusat Financial Service Agency (FSA) badan pemonitor lembaga keuangan Jepang yang sangat ditakutkan. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Badan pemonitor lembaga keuangan Jepang Financial Service Agency (FSA) menegur keras perusahaan Coincheck Inc yang kebobolan 58 miliar yen.

FSA juga meminta laporan lengkap terkait bobolnya puluhan miliar yen Jumat (26/1/2018) jam 3 pagi akibat mata uang maya (Virtual Currency=VC) perusahaan tersebut NEM nya diretas.

"Kami meminta laporan lengkap pengelolaan perusahaan atas transaksi VC yang dilakukannya untuk penyelidikan lebih lanjut," ungkap sumber Tribunnews.com, Senin (29/1/2018).

Coincheck Inc. yang memperdagangkan VC NEM (peringkat ke-4 terbesar setelah BitCoin di peringkat ke-1 terbanyak) Jumat pekan lalu kebobolan 58 miliar yen karena diretas dan sampai kini belum diketahui peretasnya.

Baca: Sejuta Pengguna Mata Uang Virtual Jepang Panik Setelah Diretas 58 Miliar Yen

Minggu (28/1/2018) malam Direktur Coincheck melaporkan hal tersebut ke FSA dan mendapat teguran keras dari pihak FSA.

"FSA menyerahkan kepada kita untuk mengantisipasi kasus ini dan meminta laporan lengkap kegiatan transaksi pada kasus tersebut," kata Yusuke Otsuka, Direktur Coincheck Inc.

Selain itu pihaknya, menurut Otsuka, akan berusaha mengembalikan uang sekitar 46,3 miliar yen kepada sekitar 260.000 nasabahnya yang punya akun di Coincheck.

"Meskipun demikian kami masih belum tahu kapan akan mengembalikan uang tersebut," tambahnya.

Uang akan dikembalikan dalam bentuk tunai bukan bentuk koin VC.

Baca: Yusril: Seorang Polisi tidak Bisa Menjabat sebagai Gubernur Sementara

Sejak diretas hingga saat ini transaksi di Coincheck untuk NEM masih ditunda belum bisa transaksi apa pun sampai penyelidikan selesai dan sampai masalah selesai dipertanggungjawabkan.

Meskipun Coincheck telah berjanji akan mengembalikan uang tunai kepada nasabahnya, para nasabah masih belum tenang dan masih prihatin hingga kini.

"Bagaimana hidup saya sekarang ya, uang juga kapan kembali masih belum jelas. Hitung-hitung mungkin hilang uang saya," kata seorang pemegang akun NEM yang kena retas dan kehilangan uang.

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help