Jepang akan Buat UU Larangan Percaloan Tiket Jelang Olimpiade 2020

Pemerintah Jepang akan membuat undang-undang baru untuk mengantisipasi percaloan penjualan tiket lewat berbagai media sosial ataupun lelang online.

Jepang akan Buat UU Larangan Percaloan Tiket Jelang Olimpiade 2020
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Tiket Bisbol yang 3200 yen dijual 15.000 yen. Dalam waktu dekat keluar UU melarang penjualan tiket yang telah dibeli dengan sanksi penjara atau denda maksimal satu juta yen.

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyou

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Pemerintah Jepang akan membuat undang-undang baru untuk mengantisipasi percaloan penjualan tiket lewat berbagai media sosial ataupun lelang online menghadapi Olimpiade dan Paralympic 2020.

"Kita akan buat UU secepatnya yang akan melarang percaloan terutama penjualan kembali tiket apa pun terutama tiket menonton Olimpiade 2020 setelah tiket resmi dibeli, dilarang dijual kembali," ungkap sumber Tribunnews.com di Partai Liberal (LDP) Jepang, Selasa (6/3/2018).

Penjualan tiket di luar loket resmi memang sudah dilarang sejak lama.

Namun perkembangan teknologi maju kini memudahkan semua orang menjual sendiri di online di internet, baik melalui media sosial atau pun lewat lelang di internet dengan maksud cari untung sebesar mungkin.

Baca: Kelompok MCA Bermotif Politik, Diduga Ingin Melakukan Kudeta terhadap Pemerintahan Lewat Medsos

"Mereka itu nantinya dianggap calo dan kalau tertangkap akan kena hukum penjara satu tahun atau denda maksimal satu juta yen," tambahnya.

Sejumlah orang yang berdiri membawa papan atau kertas di dekat lokasi event terkenal misalnya pertunjukan Janis, di sekitar Tokyo Dome, umumnya menuliskan mencari tiket dengan dalih untuk dirinya sendiri supaya masuk ke pertunjukan tersebut.

Dalam kenyataan beberapa dari mereka menjual kembali tiket yang diterimanya untuk dapat keuntungan lebih lanjut.

Apabila ditangkap polisi akan kena sanksi penjara atau denda cukup berat.

Baca: Mahfud MD Bukan Tak Mau Jadi Cawapres Tapi Tak Ingin

Antisipasi tiket dijual kembali biasanya kini di Jepang dengan menggunakan nama yang bersangkutan.

Saat datang ke event beda nama dengan identitas yang dimiliki biasanya ditolak masuk.

Kalaupun memaksakan polisi akan dipanggil dan dilakukan pengusutan lebih lanjut.

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help