Konflik Rusia Vs Ukraina
Perang Rusia-Ukraina Hari Ke-1349: Ukraina Gagal Dapat Rudal Tomahawk, Serang Pelabuhan Minyak Rusia
Minggu (2/11/2025) kemarin, Trump menyebut tidak benar-benar mempertimbangkan memasok rudal jelajah jarak jauh Tomahawk ke Ukraina.
TRIBUNNEWS.COM - Perang antara Rusia dan Ukraina kini telah memasuki hari ke-1.349 pada Senin (3/11/2025).
Konflik tersebut bermula dari ketegangan panjang yang berakar sejak bubarnya Uni Soviet pada 1991.
Sejak Ukraina memproklamasikan kemerdekaannya, hubungan dengan Moskow sering diwarnai perebutan pengaruh politik dan saling curiga.
Ketegangan mencapai titik baru pada 2014 ketika Revolusi Euromaidan menggulingkan pemerintahan pro-Rusia di Kyiv.
Tak lama setelah itu, Rusia mencaplok Semenanjung Krimea dan memberikan dukungan terhadap kelompok separatis di wilayah Donbas.
Situasi memuncak pada Februari 2022, saat Moskow melancarkan invasi besar-besaran yang mengubah konflik lokal menjadi perang terbesar di Eropa sejak Perang Dunia II.
Terbaru, Ukraina telah berupaya memperoleh rudal Tomahawk untuk melancarkan serangan jarak jauh terhadap Rusia.
Dikutip dari The Guardian, tanpa rudal tersebut, Ukraina tetap mampu melancarkan kampanye yang sukses menggunakan
Perang Rusia-Ukraina kini dipandang bukan sekadar perebutan wilayah, tetapi juga pertarungan narasi, legitimasi politik, dan arah masa depan tatanan dunia.
Dunia pun menyadari akar konflik masih sangat dalam, dan jalan menuju perdamaian tampaknya masih jauh dari harapan.
Berikut adalah rincian lengkap peristiwa yang terjadi dalam perang Rusia-Ukraina hari ke-1.349:
Baca juga: Puluhan Ribu Warga Ukraina Tanpa Listrik di Musim Dingin Gegara Amukan Drone Rusia
Trump Bantah Rencana Kirim Rudal Tomahawk ke Ukraina
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan pada hari Minggu (2/11/2025) bahwa ia tidak benar-benar mempertimbangkan untuk memasok rudal jelajah jarak jauh Tomahawk ke Ukraina.
Ketika ditanya oleh seorang reporter di Air Force One, Trump menjawab, “Tidak, tidak juga.”
Dia menambahkan bahwa keputusannya bisa saja berubah.
Laporan dalam beberapa hari terakhir menyebutkan bahwa Pentagon telah memberi tahu Gedung Putih persediaan rudal Tomahawk AS cukup untuk memasoknya ke Ukraina.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Presiden-Ukraina-Zelensky-Presiden-AS-Donald-Trump-34535345.jpg)