Selingkuhi Wanita Lain Gubernur Niigata Jepang Mengundurkan Diri

"Saya mengundurkan diri untuk menghindarkan kekacauan dalam administrasi saya dan mengakui melakukan selingkuhan

Selingkuhi Wanita Lain Gubernur Niigata Jepang Mengundurkan Diri
Richard Susilo
Gubernur Niigata Ryuichi Yoneyama (50) saat konperensi pers Rabu ini (18/4/2018) 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS, TOKYO - Gubernur Niigata Ryuichi Yoneyama (50) yang terpilih dari partai komunis dan partai sosialis demokrat dan anti Nuklir sejak Oktober 2016, akhirnya sore ini (18/4/2018) mengundurkan diri dari jabatan Gubernurnya karena ketahuan selingkuh dengan berbagai wanita dan pelajar SMA Jepang berbayar sekitar 30.000 yen serta berbagai hadiah diungkap majalah mingguan Shukan Bunshun edisi Rabu ini (18/4/2018).

 "Saya mengundurkan diri untuk menghindarkan kekacauan dalam administrasi saya dan mengakui melakukan selingkuhan dengan wanita lain," papar Yoneyama dalam jumpa pers pengundurkan dirinya jam 18:00 waktu Jepang Rabu ini (18/4/2018).

Yoneyama yang semula anti nuklir tersebut sangat hati-hati dalam menanggapi kasus operasi kembali pembangkit nuklir (PLTN) Kashiwazaki-Kariwa yang berada di sekitar Laut Jepang.

Tokyo Electric Power Company Holdings Inc., operator PLTN Fukushima No. 1 sedang mencari dukungan dari masyarakat sekitarnya termasuk ke Gubernur Niigata agar pembangkit  Kashiwazaki-Kariwa  salah satu PLTN terbesar di Jepang dapat dihidupkan kembali dengan kapasitas 8,2 juta kilowatt.

Pemilihan pengganti Gubernur Niigata yang baru kemungkinan akan dilakukan sekitar 25 April mendatang.

Sumber Tribunnews.com juga mengungkapkan, "Gubernur ini bermain sama pelajar SMA di mana belakangnya adalah mafia Jepang (Yakuza) sehingga akhirnya dia kena peras uang setiap bulan sejak tahun lalu tampaknya. Uang tak dibayarkan akhirnya info dijual ke pers Jepang," papar sumber tersbeut.

Info lengkap yakuza dapat dibaca di www.yakuza.in

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help