15.000 Korban Meninggal Akibat Rokok, Jepang Perketat Peraturan Larangan Merokok Mulai Juni

Pemerintah Jepang akan semakin memperketat larangan merokok terutama di Tokyo dan sekitarnya.

15.000 Korban Meninggal Akibat Rokok, Jepang Perketat Peraturan Larangan Merokok Mulai Juni
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Data korban rokok meninggal termasuk 70 anak-anak 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO -  Pemerintah Jepang akan semakin memperketat larangan merokok terutama di Tokyo dan sekitarnya.

Peraturan ini akan dimulai Juni 2018 apabila semua pembahasan perundangan lancar berjalan.

Sementara korban meninggal yang diakibatkan asap rokok mencapai sekitar 15.000 orang per tahun.

"Peraturan akan jauh semakin ketat jika semua sesuai rencana lancar mulai Juni sudah mulai diberlakukan larangan merokok yang sangat ketat," kata Hiroki Komazaki (38), Ketua Yayasan Florence yang memberikan perlindungan anak-anak, Senin (23/4/2018).

Menurutnya peraturan yang sangat ketat itu sudah tepat karena bisa menghindarkan korban yang sangat banyak akibat merokok yang mencapai sekitar 15.000 orang meninggal per tahun.

Baca: Polda Sumut Minta Foto-foto Jasad Wakapolres Labuhanbatu Kompol Andi Chandra Tidak Disebar di Medsos

Data Kementerian Kesehatan Jepang yang diperoleh Tribunnews.com menunjukkan dari sekitar 15.000 orang meninggal akibat sakit yang muncul gara-gara asap rokok, ternyata 70 di antaranya merupakan anak-anak Jepang (usia di bawah 18 tahun).

Mereka terkena asap rokok, kemungkinan dari orangtuanya yang merokok di dalam rumah dan lingkungannya.

"Dengan peraturan yang baru tersebut masih ada pengecualiannya yaitu ruangan toko atau restoran yang tidak lebih luas dari 100 meter persegi masih bisa merokok," ujar dia.

Halaman
12
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help