Dibuka Konsultasi Lewat Telepon Bagi Lansia di Jepang yang Mencuri dan Mengutil

Tingkat kejahatan pencurian, mengutil di toko-toko dilakukan kalangan usia lanjut (lansia) jumlahnya kini semakin tinggi.

Dibuka Konsultasi Lewat Telepon Bagi Lansia di Jepang yang Mencuri dan Mengutil
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Ilustrasi lanjut usia (lansia) ditangkap polisi karena mengutil di toko-toko di Jepang. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Tingkat kejahatan pencurian, mengutil di toko-toko dilakukan kalangan usia lanjut (lansia) jumlahnya kini semakin tinggi.

Hal ini menjadi masalah sosial yang besar dan pemerintah Tokyo dan kepolisian membuka konsultasi melalui telepon mulai Senin (4/6/2018) hari ini.

"Kita membuka ruang konsultasi gratis terbuka lewat telepon mulai hari ini sampai dengan 29 Juni mendatang khususnya bnagi para lansia di Jepang," ungkap sumber Tribunnews.com, Senin (4/6/2018).

Catatan kepolisian Metropolitan Tokyo, proporsi lansia berusia 65 tahun atau lebih yang ditangkap karena mengutil, dan kejahatan lain adalah 21 persen pada tahun 2010, dibandingkan dengan tahun lalu 28 persen.

Baca: Lima Penambang Emas Korban Tertimbun Tanah dan Batu Dievakuasi, Nyawanya Tak Tertolong

Ini artinya terjadi kenaikan hampir 30 persen dan merupakan masalah sosial yang besar terutama di Tokyo dan sekitarnya.

Dalam keadaan ini, pemerintah kota metropolitan Tokyo akan melakukan konsultasi telepon pertama tentang mengutil yang menargetkan orang tua dan keluarga mereka.

Menurut pemerintah metropolitan, 59 persen orang lanjut usia yang pernah mengutil, melakukannya karena faktor lajang atau bercerai merasa tak ada yang memperhatikannya lagi, sedang berduka cita yang mendalam sehingga tak tahu harus melakukan apa sehingga mengutil, dan alasan lainnya.

"Termasuk salah satunya sengaja ingin dipenjarakan supaya ada yang merawatnya dan dapat makan gratis, bisa hidup dengan lebih baik ketimbang sendiri tak ada yang memelihara dan tak ada yang memperhatikannya," tambah sumber itu.

Baca: Kepala BNPT: Penangkapan Terduga Teroris di Dalam Kampus Masih Ranah Densus

Untuk alasan ini, konseling telepon akan diterima oleh para ahli seperti pekerja sosial dan pekerja perawatan kesehatan mental, dan itu akan mengarah pada pencegahan melalui saran gaya hidup, menganalisis isinya, dan memutuskan untuk mempertimbangkan langkah-langkah dukungan konkret dengan pihak kepolisian setempat.

Konsultasi lewat telepon akan diterima mulai jam 9 pagi hingga jam 5 sore pada hari kerja mulai tanggal 4 Juni hingga 29 Juni bulan ini. Nomor telepon adalah 03-6907-0511.

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help