Bohong Besar Jepang Mencari Ninja, Apalagi Dengan Gaji Rp.1,2 Miliar

Berita Jepang mencari Ninja itu bohong besar, sama sekali tidak ada yang kekurangan ninja

Bohong Besar Jepang Mencari Ninja, Apalagi Dengan Gaji Rp.1,2 Miliar
Richard Susilo
Sakae Okamoto, Walikota Iga Jepang 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS Tokyo - Berita buruk atau palsu atau berita bohong yang tersebar luas, tampaknya sulit untuk diperbaiki di jaman teknologi internet maju dewasa ini. Itu terbukti dari pemberitaan Jepang mencari Ninja ternyata bohong besar tetapi masih terus meluas ke mana-mana.

"Berita Jepang mencari Ninja itu bohong besar, sama sekali tidak ada yang kekurangan ninja, tidak ada yang mencari ninja, apalagi membayar hingga rp.1,2 miliar bagi gajhi ninja, jelas bohong besar," papar Sakae Okamoto, walikota Iga Perfektur Mie Jepang khusus kepada Tribunnews.com baru-baru ini.

Yang benar menurutnya adalah agar para wisatawan sebanyak mungkin datang ke Iga karena ada museum ninja yang bagus sekali didirikan di sana serta obyek wisata lain yang sangat menarik bagi wisatawan dalam dan luar negeri Jepang.

Pemberitaan di berbagai media tampaknya dimulai dari sebuah berita di Amerika Serikat dan sebuah radio AS yang salah pemberitaan, mengaku mewawancarai Walikota Iga tersebut, lalu berita menyebar ke berbagai media dalam dan luar negeri terutama lewat internet.

"Saya juga sudah merasakan hal aneh itu sejak awal, apa benar Jepang mencari Ninja dan mempekerjakan dengan gaji 9,5 juta yen, ini tidak benar," papar Yamada seorang spesialis pengamat Ninja di Jepang.

Pemberitaan yang menyebar luas dengan gaji besar itu membuat banyak orang asing mengirimkan riwayat hidupnya ke pemerintah Iga belakangan ini untuk bisa mencalonkan diri bekerja sebagai Ninja.

Pemda Iga menerima sekitar 120 lamaran dari orang asing yang ada di 15 negara di dunia kirim langsung ke Jepang, tambahnya.

Diharapkannya kebohongan ini dapat segera dihentikan segera karena kasihan juga banyak orang asing yang tidak tahu mengenai hal tersebut.

Sementara itu hanya satu orang asing dalam sejarah Jepang yaitu Chris O'Neill (32) warga negara Amerika Serikat lahir di Irlandia, pada tahun 2015 direkrut oleh perfektur Aichi hanya setahun bekerja untuk mempromosikan Ninja di Jepang. Gajinya sekitar Rp.18 juta per bulan saat dikontrak satu tahun tersebut.

Sebuah cerita bersambung mengenai Ninja mengawali penerbitan buku baru "Ninja, Penampakan Samurai Jepang Terakhir" dalam waktu dekat akan diterbitkan pula di Tribunnews.com ini setiap harinya.

Nantikanlah tulisan-tulisan mengenai ninja tersebut dalam waktu mendatang di Tribunnews.com ini.

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help