Tim American Football Universitas Nihon Jepang Tak Boleh Ikut Kompetisi Musim Panas 2018

Tanggal 31 Juli lalu Federasi Amefuto Siswa Kanto membuat jumpa pers dan mengumumkan resmi larangan Nihondai ikut dalam kompetisi musim panas 2018.

Tim American Football Universitas Nihon Jepang Tak Boleh Ikut Kompetisi Musim Panas 2018
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Ketua Federasi American Football (Amefuto) Siswa Kanto, Yuji Kakizawa hampir menangis ketiga mengumumkan Universitas Nihon dilarang ikut pertandingan Amefuto musim panas 2018. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Banyak kalangan olahraga Jepang khususnya bidang American Football (Amefuto) yang menyayangkan Chairman (Ketua) Universitas Nihon (Nihondai) tidak memberikan jumpa pers atas kasus 7 Mei 2018.

Saat itu mahasiswa Nihondai sengaja menyeruduk mahasiswa Universitas Kwansei sehingga cedera dan terpaksa dirawat di rumah skait.

"Tanggal 3 Agustus lalu Ketua Nihondai Hidetoshi Tanaka menuliskan di situs Nihondai kata menyesalnya. Kalau begitu buat jumpa pers biar clear semua kan bisa. Ketulusan hati yang sebenarnya itu diharapkan, bertemu langsung media tidak cuma menuliskan saja, mungkin yang diharapkan Federasi Amefuto," kata pengacara Tomoko Kanno (55), Sabtu (4/8/2018).

Tanggal 31 Juli lalu Federasi Amefuto Siswa Kanto membuat jumpa pers dan mengumumkan resmi larangan Nihondai ikut dalam kompetisi musim panas 2018.

"Keterangan Ketua Tanaka masih belum cukup banyak yang harus dijelaskan. Misalnya bagaimana perbaikan yang akan dilakukan, bagaimana antisipasi agar tidak terjadi lagi dan sebagainya. Itu sebabnya akhirnya kami memutuskan Nihondai tidak boleh ikut kompetisi nasional musim panas ini," kata Keiji Morimoto, Managing Director Federasi tersebut.

Baca: Kapal Bunga Hati 2 Ditemukan di Sekitar Pantai Indramayu, Nakhoda dan 12 ABK Masih Hilang

Hasil akhir verifikasi Federasi juga berbeda dengan Ketua Nihondai Tanaka.

"Kalau mau perbaiki sekolahnya, jelaskan dong kepada kita bagaimana rinciannya, jangan menghindar dari jumpa pers," kata Masahiro Terada, Auditor Federasi.

Akhirnya sang Ketua Federasi, Yuji Kakizawa dengan berat hati bahkan hampir menangis mengumumkan larangan Nihondai ikut dalam kompetisi nasional musim panas ini.

"Sebenarnya yang diinginkan banyak orang agar Ketua Nihondai Tanaka mengundurkan diri karena ternyata banyak sekali dan sejak lama terjadi pelecehan kekuasaan di sana terutama di bidang Amefuto," kata sumber Tribunnews.com, Sabtu (4/8/2018).

Jika Ketua Nihondai memberikan jumpa pers, diduga kuat bisa muncul tekanan kepadanya untuk mengundurkan diri dan hal-hal yang memalukan, sehingga semakin merusak citra Nihondai, mengakibatkan dia mau tak mau mengundurkan diri.

Baca: Warga Bulukumba Butuh Waktu 28 Tahun untuk Bisa Berangkat ke Tanah Suci

Sebagai kebiasaan di Jepang, sesuatu yang menjadi kasus nasional, bahkan pihak Kementerian Pendidikan Kebudayaan Olahraga Sains dan Teknologi Jepang sampai turun tangan, sudah sewajarnya orang pertama tertinggi (Ketua) atau CEO Perusahaan memberikan jumpa pers.

Dalam kasus besar olahraga Amefuto ini, sang ketua sama sekali tidak mau memberikan jumpa pers sehingga membuat orang bertanya-tanya dan melihat sebagai suatu kesombongan di Jepang.

Sementara Federasi atau Asosiasi Olahraga di Jepang memiliki kekuatan sangat besar untuk melakukan penekanan (pressure) terhadap setiap pihak yang dianggap bersalah, termasuk terhadap Ketua federasinya sendiri seperti yang terjadi pada Akira Yamane, Ketua Federasi Tinju Amatir Jepang, yang kini ditekan pihak federasinya agar mengundurkan diri karena banyak kasus kesalahan aturan yang dilakukannya.

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help