Pengacara Jepang Bingung Lihat Polisi Mengawal Mobil Masyarakat Biasa di Jalan Tol di Indonesia

Di Jepang hal yang mustahil menggunakan pengawalan polisi bagi masyarakat seperti itu.

Pengacara Jepang Bingung Lihat Polisi Mengawal Mobil Masyarakat Biasa di Jalan Tol di Indonesia
Richard Susilo
Pengacara Jepang dari kantor pengacara Baker McKenzie, Kengo Nishigaki yang berpengalaman 18 tahun. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo di Jepang 

 TRIBUNNEWS Tokyo -  Kunjungannya baru pertama kali ke Indonesia khususnya ke Jakarta bertemu dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) serta mengunjungi pengadilan Jakarta Selatan dan menghadiri seminar yang dibuat Jakarta Japan Club. Tapi kebingungan sudah dimulai sejak melihat polisi mengawal mobil masyarakat biasa di jalan tol.

 "Kok bisa ya siapa pun dikawal polisi di jalan tol sehingga bisa jalan cepat sampai ke tujuan dari bandara internasional Soekarno Hatta," papar pengacara Jepang Kengo Nishigaki  khusus kepada Tribunnews.com Senin ini (6/8/2018) di kantor pengacara Baker McKenzie tempatnya bekerja.

 Di Jepang hal yang mustahil menggunakan pengawalan polisi bagi masyarakat seperti itu.

 "Tidak masuk akal kalau di Jepang hal tersebut (pengawalan polisi bagi masyarakat umum)," tekannya.

 Lalu Nishigaki saat tiba di bandara Soekarto Hatta menuju Jakarta Pusat bagaimana, apa dikawal?

 "Tidak. Kita pakai mobil biasa, jalan biasa, ikut arus kendaraan yang ada di sana, memang macet sekali, tapi ya apa boleh buat," paparnya.

 Nishigaki juga bingung masih banyak korupsi terjadi di Indonesia hingga kini sehingga clientnya mungkin agak kesal menghadapi banyaknya korupsi berseliweran di Indonesia terutama di bidang Bea Cukai dan Pengadilan.

 "Dulu sekitar empat tahun lalu saya mendampingi client untuk bidang transportasi yang kena banyak dimintai uang korupsi supaya usahanya bisa lancar," lanjutnya.

 Dari tiga negara yang terkait korupsi ditanganinya bidang transportasi saat itu, yaitu di Indonesia, Vietnam dan Uzbekistan, jumlah uang korupsi yang harus dibag0bagi mencapai 140 juta yen atau sekitar Rp.19,6 miliar.

Halaman
12
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help