Senin, 1 September 2025

Kesepakatan Dagang AS dengan Meksiko Hancurkan NAFTA dan Berikan Tekanan kepada Kanada

Kesepakatan perdagangan awal antara Amerika Serikat (AS) dan Meksiko menempatkan tekanan kuat pada Kanada.

Penulis: Fitri Wulandari
getty images
Presiden Amerika Serikat Donald Trump 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, OTTAWA - Kesepakatan perdagangan awal antara Amerika Serikat (AS) dan Meksiko menempatkan tekanan kuat pada Kanada.

Kanada memang diketahui menjadi pihak ketiga dalam perjanjian perdagangan trilateral yang saat ini sedang dinegosiasikan kembali oleh Presiden AS, Donald Trump.

Baca: Kasus Suap PLTU Riau: Setnov Diperiksa 8 jam, Anaknya Diperiksa 10 jam

Menurut Trump, kesepakatan baru yang belum disahkan itu akan menggantikan Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara (NAFTA) yang berlaku saat ini.

Trump telah menyarankan agar aliansi perdagangan baru diberi nama 'Perjanjian Perdagangan Amerika Serikat-Meksiko'.

Kecuali jika Kanada mulai melakukan negosiasi secara adil.

Dikutip dari laman Russia Today, Selasa (28/8/2018), kabar tersebut memaksa para pejabat Kanada untuk segera mengatur pertemuan dengan mitra AS mereka.

Menteri Luar Negeri Kanada Chrystia Freeland dilaporkan mempersingkat perjalanan diplomatiknya ke Eropa dan langsung bertolak ke Washington pada hari ini untuk melakukan pembicaraan tentang perdagangan.

Seorang Juru Bicara Menteri Luar Negeri Kanada mengatakan bahwa Kanada akan menandatangani perjanjian baru, jika itu menguntungkan.

Dalam kondisi seperti ini, Kanada pada dasarnya menghadapi tawaran 'take it or leave it', yang didasarkan pada pakta perdagangan AS-Meksiko.

Meskipun rincian perjanjian baru masih belum jelas, namun diperkirakan itu akan menjadi perjanjian yang kurang menguntungkan bagi Kanada.

Prediksi kurang menguntungkan itu melebihi saat berada di bawah NAFTA yang dikutuk oleh Trump sebagai satu kesepakatan terburuk yang pernah disetujui.

AS dan Kanada pada dasarnya menikmati hubungan perdagangan yang terjalin baik.

Namun ekspor antara kedua negara itu tidak sebanding, Kanada melakukan ekspor sekitar 75 persen produknya ke AS, sedangkan AS hanya mengekspor 15 persen ke Kanada.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Science Direct, bisnis AS secara mudah dapat mengalihkan ekspor mereka dari Kanada, jika hambatan perdagangan meningkat.

Selain itu, Trump telah mengancam memberlakukan tarif atas impor kendaraan buatan Kanada jika negara yang dipimpin Perdana Menteri Justin Trudeau itu tidak mau mengalah.

Rancangan kesepakatan yang dicapai oleh AS dan Meksiko mendorong saham-saham AS mencapai rekor tertinggi pada Senin kemarin.

Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan