BBC

Di Jepang, pemain rugbi diminta 'menutupi tato' karena identik yakuza

Pemain rugbi yang bertato diminta menutupi tatonya selama kejuaraan dunia digelar di Jepang tahun depan agar orang-orang di negara itu tidak

Para pemain rugbi yang bertato diminta menutupi tatonya selama Piala Dunia digelar di Jepang tahun depan agar orang-orang negara itu tidak tersinggung, kata asosiasi olahraga itu.

Di Jepang, tato telah lama dikaitkan dengan sindikat kriminal terkenal, yaitu yakuza.

Di negara itu, para turis yang mengenakan tato tiruan juga dilarang berada di pemandian tradisional air panas atau disebut onsen.

Selama kejuaraan itu, pemain rugbi diminta mengenakan kain penutup atau rompi saat berlaga ataupun di kolam renang.

Tato sudah umum digunakan para pemain rugbi, terutama yang berasal dari kawasan kepulauan Pasifik.

Tetapi ketua penyelenggara kejuaraan dunia rugbi di Jepang, Alan Gilpin mengatakan sejauh ini tidak ada keberatan dari semua tim peserta tentang aturan tentang tato tersebut .

"Ketika kami mengangkat masalah ini setahun silam, kami membayangkan bakal ditolak oleh peserta, tapi ternyata semuanya lancar," kata Gilpin.

"Kami telah melakukan berbagai upaya dalam setahun ini agar mereka dapat memahami persoalan ini," jelasnya.

"Ide kami adalah agar para pemain bertato mengenakan semacam a rash-vest (pakaian ketat yang digunakan olah raga air) saat di kolam renang atau saat berlaga. Mereka tidak keberatan dan mereka ingin menghormati budaya Jepang."

Dan timnas rugbi Selandia Baru telah mengkonfirmasi bahwa pemain merka - yang kebanyakan bertato - untuk mematuhi peraturan tersebut.

Halaman
12
Sumber: BBC Indonesia
BBC
Ikuti kami di

BERITA REKOMENDASI

KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help