Prestasi Warga Indonesia di Jepang Perlu Diacungi Jempol

Prestasi warga Indonesia di Jepang juga secara aktif dilakukan setiap individu yang memang sudah lama berdomisi di Jepang perlu diacungi jempol.

Prestasi Warga Indonesia di Jepang Perlu Diacungi Jempol
ist
Mariyae Satouw (pakaian merah) bersama para artis dari Indonesia. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, Tokyo - Prestasi warga Indonesia di Jepang juga secara aktif dilakukan setiap individu yang memang sudah lama berdomisi di Jepang perlu diacungi jempol. Antara lain yang dilakukan Mariyae Satouw yang berdomisili di Koga perfektur Ibaraki tetangga Tokyo.

“Di Jepang diwaktu luang saya, pernah memperkenalkan Indonesia beberapa kali, di sekolah maupun di tempat lain,” papar Mariyae khusus kepada Tribunnews.com Rabu ini (5/12/2018).

Baru-baru ini 2 Desember 2018, Mariyae juga ikut meramaikan Winter Festival dan Fashion show yang setiap tahun diadakan di Ibaraki untuk pertukaran budaya internasional dan Mariyae pun ikut menari di acara tersebut yang mendapat sambutan hangat penduduk setempat.

“Kegiatan saya memeperkenalkan Indonesia banyak sekali, dari costume, menari dan memperkenalkan masakan Indonesia, dan kalau KSBIJ (Komunitas Spesialis Budaya Indonesia di Jepang) masih aktif, saya ingin usulkan pertemuan bertukar pikiran dan idea jika anggota yang lain tidak keberatan,” tambahnya.

KSBIJ memang dibuat warga Indonesia hanya yang berdomisili di Jepang dan terdiri dari para artis musisi pemain band dan aktivis budaya lainnya dalam wadah Facebook:
https://www.facebook.com/groups/budayaindonesiajepang/

Di Koga Ibaraki Mariyae memperkenalkan budaya dan costume negara masing-masing.

Selain dari Indonesia ada pula dari China, Korea, Vietnam , Turki, Mesir, Pakistan, Filipina, Afrika Kenya, Sinegal dan Jepang sebagai tuan rumah.

Mariyae Satouw (pakaian merah) bersama para artis dari Indonesia.
Mariyae Satouw (pakaian merah) bersama para artis dari Indonesia. (ist)

“Saya memperkenalkan pakaian tradisional Indonesia seperti dalam foto. dengan temanya satu keluarga, ada ayah ada ibu dan anak-anak.”

Pertunjukan Festival musim dingin tersbeut sudah beberapa kali diadakan di Ibaraki dan seringkali pula tampil di majalah tabloid setempat.

Peserta dari Indonesia paling unik, sehingga paling banyak orang minta foto bersama..sehingga lelah, “Tapi seru juga sih. Banyak menghampiri kami Tanya soal batik, blangkon, keris dan sebagainya,” tekan Mariyae lagi.

Mariyae pernah tinggal di negara lain sebelum berdomisili di Jepang saat ini dan melakukan hal yang sama, tambah nya yang mengaku anggota Geronimo Jakarta tahun 80-90-an.

“Sekedar tambahan, saya melakukan itu karena panggilan jiwa dan tidak ada dukungan dari siapa-siapa serta tidak dibayar. Pakaian milik saya pribadi, bawaan dari pertama kali saya tinggal di luar negeri dan saya beli setiap pulang ke Jakarta. Kadang ada pula dari teman, tetapi 90% milik saya pribadi, ungkapnya lagi.

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved