Perusahaan di Jepang Kena Sanksi Gara-gara Pemalsuan 180 Ton Shijimi

Salah satu perusahaan di Jepang dihentikan usahanya gara-gara melakukan penipuan dengan cara mengimpor shijimi dari luar negeri.

Perusahaan di Jepang Kena Sanksi Gara-gara Pemalsuan 180 Ton Shijimi
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Kantor Marui di Perfektur Aichi Jepang yang melakukan pemalsuan Shijimi (kerang kecil) 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS, TOKYO - Salah satu perusahaan di Jepang dihentikan usahanya gara-gara melakukan penipian dengan cara mengimpor shijimi dari luar negeri.

Shijimi (Corbiculidae atau kerang kecil) biasanya dipakai untuk sup di Jepang.

Perusahaan tersebut diketahui mengimpor sebanyak 180 ton shijimi, ditulis pada paketnya berasal dari Jepang.

"Sebuah perusahaan Jepang di Kota Tatomi Perfektur Aichi dengan nama Miura telah memalsukan paket barang jualannya Shijimi sebanyak 180 ton," ungkap sumber Tribunnews.com, Jumat (1/3/2019).

Barang palsu tersebut ternyata telah dijual ke 24 perfektur di Jepang.

"Untuk itu perusahaan telah mendapat sanksi keras dihentikan bisnisnya, tak boleh berjualan lagi sampai menunggu penyelidikan lebih lanjut," tambahnya.

Baca: Mahfud MD Hanya Tertawa Dituding Memojokkan SBY

Shijimi tersebut diimpor sejak November 2018 dari Rusia dan Taiwan semuanya lalu disebarluaskan ke berbagai tempat di Jepang.

Pihak perusahaan, menurut sumber tersebut, mengakui perbuatannya dan menyatakan hal itu dilakukan karena jumlah shijimi di Jepang berkurang sehingga terpaksa impor dari luar negeri.

"Perusahaan minta maaf atas penipuan tersebut dan akan dilanjutkan oleh kepolisian untuk proses tindak pidana lebih lanjut, jika muncul klaim dan laporan ke kepolisian atas kerugian yang diterima nasabahnya. Sementara perdagangan distop sebagai sanksi dan perizinan masih dipertimbangkan lebih lanjut dicabut izin usahanya atau sanksi lain," ujarnya.

Gambar-gambar makanan Jepang bisa dilihat di: https://www.instagram.com/bahasajepang/

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved