Tidak Benar Ada 6 Juta Yen Dana Pemerintah Jepang Untuk Menjatuhkan Presiden Soekarno

Penulis Jepang Aiko Kurasawa sempat mengatakan bahwa Dewi Soekarno menyampaikan kepadanya ada dana 6 juta yen

Tidak Benar Ada 6 Juta Yen Dana Pemerintah Jepang Untuk Menjatuhkan Presiden Soekarno
Richard Susilo
Menteri luar negeri Jepang Taro Kono 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang 

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Penulis Jepang Aiko Kurasawa sempat mengatakan bahwa Dewi Soekarno menyampaikan kepadanya ada dana 6 juta yen pemerintah Jepang tahun 1960 an diberikan kepada aktivis untuk menjatuhkan Soekarno.

 “Tidak benar itu tidak pernah dengar hal tersebut,” ungkap Menteri Luar Negeri Taro Kono khusus kepada Tribunnews.com sore ini, Jumat (8/3/2019).

 Pada penerbitan buku Kurasawa belum lama ini di Jakarta dan jumpa persnya, Kurasawa menyatakan bahwa Dewi sendiri yang  menyampaikan kepadanya bahwa ada uang enam juta yen diberikan kepada aktivis untuk menjatuhkan Presiden Soekarno setelah kudeta partai komunis Indonesia tahun 1965.

 “Hubungan Indonesia khususnya Soekarno dengan Jepang baik sampai dengan tahun 1965. Tetapi setelah itu menurut Dewi ada dana 6 juta yen dari pejabat tinggi pemerintah Jepang untuk aktivis guna menjatuhkan Presiden Soekarno saat itu,” ungkap Kurasawa.

 Sumber Tribunnews.com mengungkapkan adanya kemungkinan tersebut karena Jepang sangat dekat dengan Amerika Serikat.

 “Pemerintah Jepang pasti membantah sejak dulu hingga sekarang. Tetapi melihat kedekatan Jepang dengan Amerika Serikat (AS) dan AS jelas anti komunis, kemungkinan tersebut bisa saja muncul saat tahun 1960-an, ketakutan Indonesia dikuasai komunis sehingga mungkin meminta Jepang kerjasama juga, untuk menetralisir pemimpinnya dan diganti dengan yang baru,” ungkap sumber tersebut .

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved