Tahun 2018, Ada 221 WNI Ditangkap Polisi Jepang, Kenaikan 2% Dibandingkan 2017

Kalau dari segi jumlah orang yang ditangkap polisi di Jepang, WNI tercatat menduduki peringkat ke-8 terbanyak.

Tahun 2018, Ada 221 WNI Ditangkap Polisi Jepang, Kenaikan 2% Dibandingkan 2017
Richard Susilo
Markas Besar Kepolisian Jepang di Kasumigaseki Tokyo Jepang 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo di Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Selama Tahun 2018 tercatat 221 orang warga Indonesia di Jepang ditangkap polisi Jepang yang melakukan 263 kasus.

Berarti ada satu orang WNI yang melakukan lebih dari satu kali kasus (kejahatan).

"Tingkat kejahatan WNI yang berada di Jepang tampaknya meningkat meskipun hanya 2% dibandingkan tahun 2017," ungkap sumber Tribunnews.com Senin ini (13/5/2019).

Kalau dilihat dari jumlah kasus 263 kasus masih sedikit dibandingkan yang dilakukan warga Vietnam (2993 kasus), warga China, warga (1795 kasus), warga Brazil (795 kasus), warga Korea (566 kasus) serta warga Filipina (375 kasus).

Kalau dari segi jumlah orang yang ditangkap polisi di Jepang, WNI tercatat menduduki peringkat ke-8 terbanyak.

"Kebanyakan status WNI yang melakukan kejahatan tertangkap adalah kalangan pemagang (ginou jishusei) sebanyak 30 orang."

Dari 221 orang yang pernah ditangkap polisi Jepang, tidak ada satu orang pun tertangkap karena melakukan penjualan narkoba di Jepang.

Namun tahun 2017 ada satu orang tertangkap karena transaksi dagang narkoba di Jepang.

Jumlah 221 orang Indonesia yang ditangkap polisi Jepang terdiri dari 68 orang kasus kejahatan, termasuk pencurian, dan 153 orang terlibat kasus khusus seperti prostitusi, pemalsuan kartu identitas, kecelakaan berat lalu lintas (termasuk mabuk berkendaraan), bank gelap, dan sebagainya.

Namun paling banyak 30 orang pemagang ditangkap polisi karena menjadi ilegal (overstay) di Jepang.

Jumlah ilegal Indonesia meningkat 60,1 per dibandingkan tahun lalu menjadi sebanyak 3323 orang.

"Penangkapan akan semakin banyak karena pengetatan pula menjelang Olimpiade. Sebaiknya yang ilegal segera menyerahkan diri ke pihak imigrasi Jepang agar hukumannya tidak begitu berat ketimbang ditangkap polisi kepolisian atau petugas imigrasi," ungkapnya lebih lanjut.

Diskusi mengenai pekerja Indonesia di Jepang dapat dilihat dan bergabung gratis di Facebook Kerja di Jepang : https://www.facebook.com/groups/kerjadijepang/

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved