Unjuk rasa di Hong Kong: Polisi usir demonstran yang menerobos masuk ke gedung parlemen
Polisi Hong Kong mengusir para pengunjuk rasa yang sebelumnya berhasil memaksakan diri masuk ke jantung pemerintah dengan menerobos ke ruangan
Polisi Hong Kong pasa Selasa dini hari (02/07) berhasil mengusir para pengunjuk rasa yang sebelumnya memaksakan diri masuk ke jantung pemerintah dengan menerobos ke ruangan Dewan Legislatif dan bertahan di gedung selama beberapa jam.
Pada Senin (01/07) ratusan demonstran menggunakan tongkat-tongkat logam untuk bisa masuk, merusak foto-foto dan mengibarkan bendera Inggris, di hari peringatan penyerahan Hong Kong dari Inggris ke China.

Polisi antihuru-hara mundur setelah sebelumnya menembakkan gas air mata.
Aksi demonstrasi awalnya dipicu oleh rancangan undang-undang ekstradisi yang memungkinkan penyerahan tersangka atau terdakwa ke China daratan.
- Ribuan orang turun ke jalan dalam demonstrasi tandingan di Hong Kong
- Unjuk rasa Hong Kong: Aktivis pelajar Joshua Wong serukan pengunduran diri pemimpin Hong Kong
- Unjuk rasa Hong Kong: Apakah demonstrasi akan menghasilkan perubahan?

Gelombang protes membuat pemerintah menunda pembahasan RUU namun tidak membatalkannya.
Pemerintah Hong Kong mengecam keras aksi protes yang diwarnai kekerasan, namun pegiat prodemokrasi, Martin Lee, kepada BBC mengatakan para pengunjuk rasa punya alasan kuat dan mereka juga tak setuju dengan cara-cara polisi menangani demonstrasi.
Para demonstran berkeras mendesak agar RUU tersebut dicabut, istilah "kerusuhan" ditarik dalam menjelaskan unjuk rasa besar-besaran pada 12 Juni, semua tahanan pegiat dibebaskan , dan dugaan kekerasan polisi diselidiki.
Mereka juga menuntut Pemimpin Hong Kong, Kepala Eksekutif Carrie Lam, mengundurkan diri.

Apa yang terjadi pada Senin 1 Juli?
Upacara pengibaran bendera untuk memperingati penyerahan Hong Kong dari Inggris ke China berlangsung di Hong Kong Convention and Exhibition Centre dengan penjagaan ketat polisi.
Aparat mengatakan para demonstran mulai memblokade sejumlah jalan menuju lokasi acara pada Minggu (30/06) pagi, menggunakan barikade logam dan plastik.
Di luar lokasi, sejumlah polisi yang dilengkapi tameng dan tongkat pentungan bentrok dengan ratusan pengunjuk rasa sekitar 30 menit sebelum upacara dimulai, sebut harian SCMP.
Polisi juga dilaporkan menggunakan semprotan merica untuk membubarkan kerumunan.
Kantor berita AFP menyebut setidaknya seorang perempuan tampak berdarah di bagian kepalanya setelah bentrok dengan polisi.
Kepolisian merilis pernyataan berisi kecaman atas "aksi-aksi ilegal" para demonstran yang disebut mengambil tiang besi dan pagar pembatas dari lokasi proyek di dekat tempat unjuk rasa.