Unjuk rasa di Hong Kong: Polisi usir demonstran yang menerobos masuk ke gedung parlemen
Polisi Hong Kong mengusir para pengunjuk rasa yang sebelumnya berhasil memaksakan diri masuk ke jantung pemerintah dengan menerobos ke ruangan
Kepolisian mengatakan sebanyak 13 petugas telah dilarikan ke rumah sakit, beberapa dari mereka terpapar cairan tak dikenal. Lainnya dilaporkan mengalami kesulitan bernapas.
Sebuah kelompok demonstran kini beralih ke gedung Dewan Legislatif dan mencoba memecahkan pintu kaca menggunakan kereta dorong dari besi.
Berbicara pada upacara bendera, yang merupakan penampilan pertamanya di depan umum sejak 18 Juni lalu, Lam mengaku dirinya perlu mendengarkan lebih banyak.
"Saya akan belajar dan memastikan pekerjaan masa depan pemerintah akan lebih mendekati dan lebih responsif terhadap aspirasi, sentimen, dan opini masyarakat," ujarnya.

Mengapa warga menggelar unjuk rasa?
Hong Kong, mantan daerah jajahan Inggris, telah menjadi bagian China sejak 1997 melalui prinsip "satu negara, dua sistem". Prinsip ini membuat warga Hong Kong menikmati kebebasan dan kemandirian hukum yang tidak diterapkan di China daratan,
RUU Ekstradisi membuat sebagian warga khawatir status itu terancam dikikis.
Kalangan pengritik risau RUU tersebut dapat dipakai menyasar lawan politik dari pemerintah di Beijing dan mengendalikan Hong Kong lebih jauh.
Pada 12 Juni, polisi memakai gas air mata dan peluru karet untuk membubarkan kerumunan massa yang menentang RUU itu.

Aksi massa pada akhirnya memaksa pemerintah Hong Kong meminta maaf dan menangguhkan RUU Ekstradisi.
Akan tetapi, sebagian besar demonstran berkeras tidak akan mundur sampai RUU itu dicabut sepenuhnya. Mereka juga masih berang atas dugaan penggunaan kekerasan oleh polisi pada demonstrasi 12 Juni dan meminta hal itu diselidiki.
"Penggunaan kekerasan berlebihan kepolisian Hong Kong yang terdokumentasi dengan baik melawan demonstran damai perlu segera diselidiki secara independen," kata Sophie Richardson, direktur bagian China pada lembaga Human Rights Watch.
Walau demikian, ada pula demonstrasi meendukung China dan kepolisian di Hong Kong.
Salah seorang pengunjuk rasa pro-Beijing mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa kepolisian berupaya 'menegakkan ketertiban'.