Ini Kata Mereka yang Pernah Mengonsumsi Permen Karet Cinta

Jemari Astrid (bukan nama sebenanrya) membolak-balikkan bungkusan warga perak berisi permen karet perangsang libido.

Ini Kata Mereka yang Pernah Mengonsumsi Permen Karet Cinta
SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ
Permen karet pembangkit libido wanita sudah beredar dan digemari di Surabaya.

TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA - Jemari Astrid (bukan nama sebenanrya) membolak-balikkan bungkusan warga perak berisi permen karet perangsang libido.

Dia ingin lebih teliti melihat. Sudah lama perempuan 26 tahun penasaran dengan permen keret itu, namun baru sekarang dia mendapatkannya.

Kata Astrid, permen karet beraroma buah strawberry bisa menambah libido perempuan. Dia mendapatkannya dari seorang teman sekantornya di sebuah bank swasta di kawasan Jalan Pemuda, Surabaya. Temannya menyebut permen karet 'Cinta'.

Sudah dua hari Astrid menyimpan permen karet itu. Dia tidak langsung mencobanya. Rasa penasarannya belum ingin dia obati, karena khawatir ada efek samping langsung yang akan dia terima setelah mengonsumsi permen ini. Astrid baru mengonsumsi permen itu setelah dua hari menyimpannya.

“Saya sedikit ragu terkait efek permen ini. Tapi setelah mencobanya, efeknya memang ehmm,” katanya sembari tertawa kepada Surya (Tribunnews.com Network) pekan lalu.

Keraguan Astrid bahwa obat ini berefek buruk bagi tubuhnya, tidak terbukti. Dia mengaku permen karet itu bekerja persis seperti yang digambarkan temannya di kantor.

Menurut Astrid, efek erotis permen itu mulai terasa 15 menit setelah mengunyahnya. Dia merasakan ada dorongan yang kuat untuk berhubungan intim. Kondisi yang agak sulit dia alami selama ini.

“Saya pekerja, suami saya juga pekerja. Jadi kalau pulang, kadang saya yang tidur dulu, kadang suami saya. Biasanya hanya akhir pekan kami berhubungan,” ungkap ibu satu anak.

Kebetulan saat itu suaminya juga baru kembali dari kantor. Tanpa menunggu akhir pekan, Astrid melampiaskan hasratnya.

“Suami saya sampai kaget, karena tidak seperti biasanya saya seperti itu,” ucapnya terkekeh.

Halaman
1234
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2016
About Us
Help