Jerawat di Pipi Tanda Ada yang Kangen? Dokter Kulit Bongkar Fakta Sebenarnya
dr. Osdatilla Esa Putri, Sp. DVE, mengatakan masyarakat perlu berhati-hati mempercayai berbagai mitos yang beredar.
Ringkasan Berita:
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Jerawat di pipi sering dikaitkan dengan mitos yang sudah lama beredar di masyarakat.
Ada yang percaya jerawat di pipi berarti dikangenin seseorang. Sedangkan, jerawat di dahi disebut karena banyak pikiran.
Sementara jerawat di dagu sering dianggap berkaitan dengan masalah hormon.
Baca juga: Bukan Sekadar Masalah Remaja, Ini Cara Mengatasi Jerawat Dewasa Tanpa Pemborosan
Meski terdengar menarik, benarkah lokasi jerawat bisa mengungkap penyebab kemunculannya?
Dokter Spesialis Dermatologi, Venerologi, dan Estetika dari RS PKU Muhammadiyah Surakarta dr. Osdatilla Esa Putri, Sp. DVE, mengatakan masyarakat perlu berhati-hati mempercayai berbagai mitos yang beredar.
Menurutnya, hingga saat ini hubungan antara lokasi jerawat dan penyebab tertentu masih menjadi perdebatan di dunia medis.
Banyak Penelitian Justru Tidak Menemukan Hubungan
Dr Osdatilla menjelaskan, beberapa teori memang pernah mengaitkan area wajah tertentu dengan penyebab jerawat tertentu.
Misalnya jerawat di bagian bawah wajah dikaitkan dengan faktor hormonal, sedangkan jerawat di dahi dikaitkan dengan stres. Namun bukti ilmiahnya belum konsisten.
"Lebih banyak lagi jurnal ataupun penelitian mengatakan tidak ada hubungannya antara posisi dimana akne-nya muncul dengan kondisi pasiennya," katanya pada live streaming Beauty Health di kanal YouTube Tribun Health, Senin (15/6/2026).
Artinya, seseorang yang berjerawat di pipi belum tentu sedang mengalami masalah tertentu yang spesifik.
Begitu pula jerawat di dahi tidak otomatis disebabkan oleh stres.
Penyebab Jerawat Jauh Lebih Kompleks
Menurut dr Osdatilla, jerawat merupakan penyakit peradangan kronis yang melibatkan banyak faktor.
Mulai dari penumpukan sel kulit mati, produksi minyak berlebih, pertumbuhan bakteri Cutibacterium acnes, hingga peradangan.
Selain itu terdapat faktor genetik, hormon androgen, pola makan, stres, hingga penggunaan kosmetik yang tidak sesuai.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/KECANTIKAN-Ilustrasi-wajah-berjerawat.jpg)