Pemilu 2014
Makam Ini Banyak Disambangi Tim Sukses dan Caleg
Makam Syekh Tubagus Zakaria di kawasan Batuceper, Kota Tangerang adalah salah satunya
TRIBUNNEWS.COM, TANGERANG -- Beragam lokasi keramat di Indonesia kerap dijadikan 'pelarian terakhir' orang-orang yang hendak mengejar nasib baik di kemudian hari, tak terkecuali para politisi.
Makam Syekh Tubagus Zakaria di kawasan Batuceper, Kota Tangerang adalah salah satunya.
Berdiri di Jalan Sempati RT 04/02 kelurahan Batujaya, makam tokoh agama yang diklaim sebagai salah satu pendiri Kota Tangerang ini merupakan salah satu tempat favorit peziarah.
"Mulai dari pengusaha, timses (tim sukses-red) caleg dan orang-orang politik, sampai orang miskin yang mau mengubah nasib, memang banyak banget yang datang kesini," ujar kuncen (juru kunci) makam, Ahmad Syaihu (38) saat ditemui Warta Kota di lokasi, Senin (17/3/2014) petang.
Timses yang datang berziarah untuk minta petunjuk pun beragam. "Mulai dari timses setingkat lurah, wali kota, gubernur, DPRD, sampai presiden banyak yang pada kemari," kata Zakaria.
Syaihu mengatakan, Makam Syekh Tubagus Zakaria hampir setiap hari disambangi peziarah. "Yang sepi itu biasa cuma hari Jumat dan Selasa," ujar pria yang sudah tiga tahun menjadi kuncen makam tersebut.
Di hari-hari lain, umumnya makam yang hanya memiliki luas bangunan kurang lebih 5 x 10 meter persegi itu kerap kedatangan tamu mulai pagi hingga petang.
"Biasanya paling ramai itu malam Jumat. Itu mobil-mobil sampai banyak banget ngantri disini, apalagi pas malam," ujar Ahmad lagi.
Bangunan makam itu sendiri terbagi dalam dua bagian. Bagian pertama adalah aula sebagai tempat peziarah duduk menunggu. Sementara bagian keduanya adalah lokasi pusara Syekh Tubagus Zakaria sendiri.
Bentuk pusara Syekh Tubagus Zakaria sendiri terbilang sederhana. Seperti sebuah makam batu pada umumnya, hanya saja ditudungi oleh kelambu putih.
Setiap peziarah yang datang, lanjut Ahmad, biasanya melapor terlebih dahulu ke juru kunci. "Lapornya untuk formalitas dan izin saja. Kalau soal mereka mau minta apa, saya nggak bisa intervensi," kata Ahmad.
Biasanya, lanjut Ahmad, peziarah yang datang dengan maksud baik dan benar-benar ingin minta petunjuk bisa masuk dan keluar baik-baik saja.
"Tapi kalau yang maksudnya sudah jelek, entah apapun itu, biasanya kesurupan. Ada juga yang pingsan dan gemeteran nggak bisa jalan. Keluarnya musti saya papah," kata Ahmad. (Banu Adikara)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/20140317_172953_makam-syekh-tubagus-zakaria-1.jpg)