Lewat Biro Jodoh, Mimpi Nella Kesampaian Dinikahi Bule

Nella tak bisa menolak lagi. Lagi-lagi ia membuka akun di asiandating.com di awal Januari 2010.

Lewat Biro Jodoh, Mimpi Nella Kesampaian Dinikahi Bule
Sehatnews.com
Ilustrasi pasangan 

Laporan Wartawan Warta Kota, Theo Yonathan Simon Laturiuw

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Lain lagi kisah Nella Silaen (32). Dua minggu lalu Nella mencuri menulis lagi di blognya www.pursuingmydreams.com. Dia mengaku kesulitan mencari waktu menulis sejak anak pertamanya lahir Juli lalu.

Ada saja yang harus dikerjakan Nella begitu putranya, Benjamin Emanuel lahir. “Baru pegang komputer anak sudah bangun. Lagi asyik-asyik potretin tanaman, waktunya pompa ASI untuk anak. Sedang semangat pengen cerita bunga dahlia yang baru mekar, eh si anak minta susu. Ampun deh jambak-jambak rambut sendiri,” tulis Nella dalam blognya.

Tapi dia memasang template bermuka senang usai panjang lebar membahas anaknya. Nella tetap senang dan menikmatinya.

Sejak dinikahi pria Jerman pada 2012, Nella meninggalkan hiruk-pikuk Jakarta dan pindah ke Eropa. Dia membangun kehidupan baru di sebuah kota kecil di bagian selatan Jerman. Namanya Kota Sinsheim. Di sana dia tinggal di rumah berlantai dua. Sejak 2013 dia membuat blog pribadi. Setiap hari ia menulis, terutama soal hobinya berkebun.

Sebelum akhirnya dinikahi pria bule, Nella sudah dua kali membuka akun di biro jodoh online. Namanya asiandating.com. Dia membuka akun sekitar tahun 2007, namun tak mendapat hasil. Tak satupun pria bule kecantol. Dia pun menutup akunnya.

Namun impiannya menikah dengan pria bule terjadi tahun 2010. Nella tak bisa menolak lagi. Lagi-lagi ia membuka akun di asiandating.com di awal Januari 2010. Doa minta jodoh pun semakin kuat.

Dalam doanya, Nella minta pasangan bule yang baik hati, tidak mempermainkan hati perempuan, punya pekerjaan bagus, dan yang paling penting tak merokok. Dia benci lelaki perokok. Semua cerita calon suaminya itu ia tulis gamblang di akunnya. Dia pun menulis detail dan tak main-main. Itu menghindari lelaki nakal menyapanya.

Baru dua bulan kemudian, tepatnya Maret 2010, seorang pria menyapanya di inbox. Namanya Frank Benjamin, seorang lelaki yang bekerja di Swiss. Nella mempelajari profilnya dan merasa cocok. Mereka kemudian bertukar nomor ponsel dan kerap saling menelepon.

Makin lama, Frank mengajak Nella mengunjungi Swiss. Tapi, Nella menolak mentah-mentah. Dia tak mau mengambil risiko. Nella justru menantang Frank datang ke Indoensia. Frank setuju. Dia kemudian tiba di Bandara Soekarno-Hatta pada 26 Juni 2010.

Frank hanya tinggal di Jakarta seminggu. Setelah itu Ia pulang ke Swiss. Tapi tiga bulan kemudian ia kembali ke Jakarta. Lalu empat bulan berikutnya ia datang lagi ke Jakarta bersama adik perempuannya. Saat itulah Frank melamar Nella di depan kedua orangtuanya.

Nella setuju, tapi ia ingin datang dulu ke Swiss. Ia pun pergi ke Swiss dua bulan setelah Frank melamar. Di Swiss Nella menyempatkan melihat tempat kerja Frank. Kemudian Nella juga datang ke Jerman, mengunjungi dan berkenalan dengan keluarga Frank.

“Saya tak mau datang ke Jerman lalu tiba-tiba menikah. Saya ingin melihat dulu keluarganya. Saya tak mau seperti membeli kucing dalam karung,” kata Nella.

Editor: Rendy Sadikin
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di

BERITA REKOMENDASI

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved