Jumat, 29 Agustus 2025

Pilgub DKI Jakarta

Survei Indikator: 50 Persen Warga DKI Menilai Permintaan Maaf Ahok Tulus

Burhanudin Muhtadi mengatakan sebagian besar Warga DKI mengetahui masalah tersebut dan memandang tulus permohonan maaf Ahok.

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Hasanudin Aco
Tribunnews.com/Fitri Wulandari
Politisi Partai Demokrat Ramadhan Pohan, Politisi Partai Gerindra Desmond J Mahesa, dan Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanudin Muhtadi dalam rilis survey yang digelar di Kantor Indikator, Jalan Cikini V, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (24/11/2016). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Indikator Politik Indonesia merilis survei terbaru terkait Pilkada DKI Jakarta.

Lembaga itu juga menampilkan persentase warga DKI Jakarta yang menilai permintaan maaf dari petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) atas kasus penistaan agama.

Hasilnya, 50 persen warga yang disurvei menilai permintaan maaf Ahok itu tulus.

Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanudin Muhtadi mengatakan sebagian besar Warga DKI mengetahui masalah tersebut dan memandang tulus permohonan maaf Ahok.

"Mayoritas responden tahu bahwa Ahok telah minta maaf, lebih banyak yang menilai permintaan maaf Ahok itu tulus," ujar Burhanuddin saat ditemui di Kantor Indikator, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (24/11/2016).

Baca: Survei Indikator: Dukungan ke Ahok-Djarot Turun Karena Ucapan Ahok soal Al-Maidah

Baca: Survei Indikator: Warga Jakarta Puas Kinerja Ahok, tetapi Tak Mau Memilihnya

Baca: Ahok Minta Maaf Panen Ribuan Komentar Netizen

Sedangkan sebanyak 33 persen warga DKI yang menilai ucapan maaf tersebut tidak tulus dan tidak layak untuk dimaafkan.

Burhanudin menambahkan, 33 persen responden tersebut menilai permintaan maaf hanya politis saja.

"Mereka menilai Ahok hanya politis saja, untuk cari aman," kata Burhanuddin.

Sementara 17 persen warga ibukota lainnya tidak mengetahui adanya kasus penistaan agama yang menjerat mantan Bupati Belitung Timur tersebut sebagai tersangka.

Rilis survei tersebut turut dihadiri pula oleh Politisi Partai Demokrat Ramadhan Pohan, Politisi Partai Gerindra Desmond J Mahesa, dan Politisi Partai Golkar TB Ace Hasan Syadzily.

Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan