Pilgub DKI Jakarta
Survei Indikator: 50 Persen Warga DKI Menilai Permintaan Maaf Ahok Tulus
Burhanudin Muhtadi mengatakan sebagian besar Warga DKI mengetahui masalah tersebut dan memandang tulus permohonan maaf Ahok.
Penulis:
Fitri Wulandari
Editor:
Hasanudin Aco
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Indikator Politik Indonesia merilis survei terbaru terkait Pilkada DKI Jakarta.
Lembaga itu juga menampilkan persentase warga DKI Jakarta yang menilai permintaan maaf dari petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) atas kasus penistaan agama.
Hasilnya, 50 persen warga yang disurvei menilai permintaan maaf Ahok itu tulus.
Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanudin Muhtadi mengatakan sebagian besar Warga DKI mengetahui masalah tersebut dan memandang tulus permohonan maaf Ahok.
"Mayoritas responden tahu bahwa Ahok telah minta maaf, lebih banyak yang menilai permintaan maaf Ahok itu tulus," ujar Burhanuddin saat ditemui di Kantor Indikator, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (24/11/2016).
Baca: Survei Indikator: Dukungan ke Ahok-Djarot Turun Karena Ucapan Ahok soal Al-Maidah
Baca: Survei Indikator: Warga Jakarta Puas Kinerja Ahok, tetapi Tak Mau Memilihnya
Baca: Ahok Minta Maaf Panen Ribuan Komentar Netizen
Sedangkan sebanyak 33 persen warga DKI yang menilai ucapan maaf tersebut tidak tulus dan tidak layak untuk dimaafkan.
Burhanudin menambahkan, 33 persen responden tersebut menilai permintaan maaf hanya politis saja.
"Mereka menilai Ahok hanya politis saja, untuk cari aman," kata Burhanuddin.
Sementara 17 persen warga ibukota lainnya tidak mengetahui adanya kasus penistaan agama yang menjerat mantan Bupati Belitung Timur tersebut sebagai tersangka.
Rilis survei tersebut turut dihadiri pula oleh Politisi Partai Demokrat Ramadhan Pohan, Politisi Partai Gerindra Desmond J Mahesa, dan Politisi Partai Golkar TB Ace Hasan Syadzily.