Pilgub DKI Jakarta
Survei Indikator: Dukungan ke Ahok-Djarot Turun Karena Ucapan Ahok soal Al-Maidah
"Ucapan Ahok mengenai surat Al-Maidah tampaknya berhubungan dengan menurunnya dukungan Ahok-Djarot sementara ini," ujar Burhanudin.
Penulis:
Fitri Wulandari
Editor:
Hasanudin Aco
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Indikator Politik Indonesia merilis survei 'Kinerja Petahana dan Efek SARA dalam Pilkada DKI Jakarta', di kantor Indikator, Jalan Cikini V, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (24/11/2016).
Survei tersebut memaparkan data persentase dukungan yang diberikan kepada pasangan petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat mengalami penurunan sebanyak 18,6 persen.
Dukungan tersebut turun selama lima bulan terakhir sejak munculnya isu penistaan agama yang diduga dilakukan oleh Ahok saat melakukan pidato di Kepulauan Seribu yang menyebutkan surat Al-Maidah Ayat 51.
Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanudin Muhtadi mengatakan isu penistaan agama tampak mempengaruhi perubahan dukungan terhadap Ahok-Djarot.
"Ucapan Ahok mengenai surat Al-Maidah tampaknya berhubungan dengan menurunnya dukungan Ahok-Djarot sementara ini," ujar Burhanudin.
Menurut hasil survei Indikator yang dilakukan pada 15 hingga 22 November 2016, Ahok dan Djarot hanya mampu mendapatkan 26,2 persen, dari persentase sebelumnya yakni 44,8 persen.
Sejak bergulirnya kasus penistaan agama selama lima bulan terakhir, tingkat ketidaksukaan terhadap mantan Bupati Belitung Timur tersebut sangat besar, sebanyak 20 persen.
Jika dilakukan pemilihan langsung pada saat survei dilakukan, yakni pada 15 hingga 22 November 2016 lalu, maka posisi Ahok-Djarot berada dibawah pasangan Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni yang memperoleh persentase sebesar 30,4 persen.
Hal tersebut menurutnya disebabkan sikap Agus yang dinilai memiliki jiwa sebagau seorang pemimpin.
"Ada faktor personal Agus disini, masyarakat suka dengan pembawaan Agus yang tegas dan berwibawa," jelasnya.
Sikap Ahok juga kata Burhanudin menjadi satu dari sejumlah faktor penyebab turunnya dukungan tehadap dirinya.
"Selain itu penyebab turunnya Ahok juga dianggap karena sikapnya kurang ramah dan santun," katanya.
Meski perolehan persentase Ahok-Djarot hanya 26,2 persen, pasangan petahana itu tetap mengungguli tipis pasangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno yang memperoleh dukungan sebanyak 24,5 persen.
Rilis survei tersebut turut dihadiri pula oleh Politisi Partai Demokrat Ramadhan Pohan, Politisi Partai Gerindra Desmond J Mahesa, dan Politisi Partai Golkar TB Ace Hasan Syadzily.