Perkumpulan Alumni Canisius 86 Akui Ananda Sukarlan Walk Out ketika Anies Pidato

Ananda Sukarlan komponis sekaligus pianis berdiri dan meninggalkan tempat acara berdiri saat Anies Baswedan memberikan Pidato.

Perkumpulan Alumni Canisius 86 Akui Ananda Sukarlan Walk Out ketika Anies Pidato
KOMPAS.COM/RODERICK ADRIAN MOZES
Penampilan Ananda Sukarlan dalam pagelaran bertajuk Rapsodia Indonesia di Bentara Budaya Jakarta, Palmerah, Jakarta, Kamis (5/2/2015). Dalam pentasnya kali ini, ia akan menyuguhkan rangkaian komposisi yang mengacu pada tema dan lagu rakyat di Indonesia. KOMPAS IMAGES / RODERICK ADRIAN MOZES 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Saat memperingati 90 tahun berdirinya Kolese Kanisius, seorang Alumni bernama Ananda Sukarlan melakukan walk out ketika Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan menyampaikan pidatonya.

Hal tersebut dibenarkan oleh Press Release dari Perkumpulan Alumni Canisius 86 yang diterima Tribun pada Senin siang (13/11/2017).

Pada keterangan tertulis, Ananda Sukarlan komponis sekaligus pianis berdiri dan meninggalkan tempat acara berdiri saat Anies Baswedan memberikan Pidato.

"Sabtu 11 November ini gubernur Jakarta, Anies Baswedan. Saat ia memberi pidato, Ananda Sukarlan berdiri dari kursi VIPnya dan walk out menunjukkan ketidaksetujuannya terhadap pidato Anies. Aksi ini kemudian diikuti oleh ratusan alumni dan anggota hadirin lainnya. Setelah memberikan pidatonya yang disambut dengan dingin oleh hadirin yang tinggal, Anies Baswedan meninggalkan tempat. Hadirin yang tadinya walk out pun memasuki ruangan kembali," pada keterangan tersebut.

Acara peringatan 90 tahun berdirinya Kolese Kanisius dihadiri oleh ribuan alumni Kanisius yang bertempat di Jiexpo Kemayoran, Jakarta Pusat.

Baca: Guru Besar UI Apresiasi 3 Langkah Konkret ASEAN Atasi Krisis Kemanusiaan di Myanmar

Saat menerima penghargaan, Ananda juga berkesempatan menyampaikan pidato selama 10 menit.

Dalam pidatonya Ananda selain mengucapkan terima kasih ia juga memberikan kritik pada panitia penyelenggaraan.

"Anda telah mengundang seseorang dengan nilai-nilai serta integritas yang bertentangan dengan apa yang telah diajarkan kepada kami. Walaupun anda mungkin harus mengundangnya karena jabatannya, tapi next time kita harus melihat juga orangnya. Ia mendapatkan jabatannya dengan cara-cara yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Kanisius. Ini saya tidak ngomong politik, ini soal hati nurani dan nilai kemanusiaan", katanya masih dalam keterangan tertulis tersebut.

Setelah turun dari panggung, Ananda disalami dan mendapat pujian dari para nominator penerima penghargaan tsb, antara lain mantan menteri Ir. Sarwono Kusumaatmaja dan Pater E. Baskoro Poedjinoegroho S.J., Kepala SMA Kanisius.

Dalam agenda juga dihadir alumni sekolah yang konsisten sampai sekarang hanya untuk laki-laki di Menteng Raya ini untuk pertama kalinya memberikan Penghargaan Kanisius ke 5 alumni dari berbagai generasi. 5 alumni ini tersaring dari 95 finalis yang menjadi kandidat.

Mereka adalah Ananda Sukarlan (komponis & pianis), Derianto Kusuma (pendiri Traveloka), Romo Magnis Suseno (tokoh Jesuit), Irwan Ismaun Soenggono (tokoh pembina Pramuka) dan Dr. Boenjamin Setiawan (pendiri Kalbe Farma).

Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved