Pedagang Kaki Lima di Jakarta

Pedagang Blok G Tanah Abang Heran dengan Kebijakan Anies Baswedan

"‎Harusnya Gubernur yang baru buat tertib Tanah Abang, pindahkan PKL ke Blok G, ramaikan Blok G ini jadi tidak ada yang Dagang di jalan-jalan,"

Pedagang Blok G Tanah Abang Heran dengan Kebijakan Anies Baswedan
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Pembeli memilih barang dagangan yang dijual pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Jatibaru Raya, Tanah Abang, Jakarta, Jumat (22/12/2017). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menutup Jalan Jatibaru Raya atau depan Stasiun Tanah Abang mulai pukul 08.00 hingga 18.00 WIB, penutupan tersebut guna penataan kawasan Tanag Abang dengan menyediakan ruang berjualan bagi para PKL di satu jalur khusus. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - ‎Para pedagang pakaian di Blok G, Tanah Abang, mengeluhkan sepinya pembeli semenjak pergantian Gubernur dan Wakil Gubernur DKI dan akhirnya pedagang kaki lima (PKL) ‎kembali memenuhi jalan raya serta trotoar sekitar Tanah Abang.

"Sampai jam 13.00 WIB, saya baru jual satu pakaian ini, biasanya sudah mengantongi Rp 1 juta sampai siang, sekarang buat makan aja sudah syukur," tutur Hermen Pilly pedagang Blok G saat ditemui Tribun, Jakarta, Sabtu (23/12/2017).

Hermen yang sebelumnya merupakan PKL dan dipindahkan ke Blok G, saat zaman Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dan Wakil Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), merasa senang karena omsetnya berdagang sampai jutaan dalam satu hari.

"‎Harusnya Gubernur yang baru buat tertib Tanah Abang, pindahkan PKL ke Blok G, ramaikan Blok G ini jadi tidak ada yang Dagang di jalan-jalan," papar Hermen.

Ahmad Taufik yang juga merupakan pedagang pakaian di Blok G, mengaku heran dengan keputusan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang memperbolehkan berdagang di jalan raya.

Baca: Mentari Belum Ditemukan Meski Orangtua Habis Jutaan Rupiah Datangi Belasan Orang Pintar

"Zaman Pak Jokowi, itu diatur PKL dan diberikan tempat di Blok G, kami semua PKL ikut dan awalnya ramai sampai omset kita naik hampir 100 persen," tutur Ahmad.

Namun, semenjak pergantian Gubernur Jakarta dan akhirnya PKL diizinkan berdagang di jalan, omset turun sangat tajam sampai 90 persen, bahkan setiap harinya belum tentu laku.

"Jujur ya, sampai jam segini (13.00 WIB), dagangan saya belum laku satu pun, padahal dulu sangat ramai, orang udah malas kesini, karena PKL di depan stasiun (Tanah Abang) sudah ramai," ucap Ahmad.

Penulis: Seno Tri Sulistiyono
Editor: Fajar Anjungroso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved