Minggu, 31 Agustus 2025

Diduga Kena Serangan Jantung, Tubuh Pengemudi Ojek Online Ditemukan Membusuk di Kontrakannya

Jenazah ditemukan dalam posisi tertelungkup di ruang depan, mengenakan celana jins pendek dan kaus abu-abu.

Editor: Choirul Arifin
WARTA KOTA/BUDI SAM LAUW
Lokasi penemuan jenazah Ismail (47), pengemudi ojek online yang ditemukan tewas membusuk di rumah kontrakannya di Jalan Turi 3, RT 4/6, Kelurahan Beji Timur, Kecamatan Beji, Kota Depok, Kamis (4/1/2018) pagi. 

TRIBUNNEWS.COM, DEPOK - Ismail (47), pengemudi ojek online, ditemukan tewas membusuk di rumah kontrakannya di Jalan Turi 3, RT 4/6, Kelurahan Beji Timur, Kecamatan Beji, Kota Depok, Kamis (4/1/2018) pagi.

Saat ditemukan, jenazah Ismail sudah membengkak dan membusuk. Diperkirakan ia sudah meninggal dunia sejak tiga hari lalu sebelum ditemukan.

Jenazah ditemukan dalam posisi tertelungkup di ruang depan, mengenakan celana jins pendek dan kaus abu-abu.

Kapolsek Beji Komisaris Yenny Anggraini Sihombing menuturkan, dari pemeriksaan tim identifikasi pihaknya, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.

Dari rumah kontrakan korban, katanya, ditemukan sejumlah barang korban, di antaranya dompet kulit berisi KTP, SIM, kartu ATM BRI, serta sejumlah obat-obatan.

"Karena tidak ada tanda-tanda kekerasan serta berdasar keterangan saksi dan temuan obat, diduga kuat korban meninggal karena sakit jantung yang dideritanya," kata Yenny.

Untuk memastikan dugaan awal itu, lanjut Yenny, pihaknya membawa jenazah Ismail ke RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, untuk divisum dan diautopsi.

"Dari keterangan saksi atau teman korban, diketahui korban sering mengeluh sakit di dadanya," ungkap Yenny.

Agus, pengelola rumah kontrakan menyebutkan, Ismail mengontrak di sana sejak 2015. "Ismail tinggal sendiri di rumah kontrakan dengan status duda. Ia ditinggal istrinya beberapa tahun lalu," ungkap Agus.

Baca: Tanggapan Manajemen Kereta Commuter Line tentang 17 Stasiun Jadi Biang Kemacetan

Baca: Ridwan Kamil Rayu PDIP Agar Dukung Dia, Ganjar Pranowo Dikerjai Lawan Politik

Agus mengaku terakhir kali bertemu Ismail pada Senin (1/1/2018) lalu. Saat itu, katanya, Ismail membayar uang sewa kontrakan, namun tidak penuh.

"Dia bayar kontrakan nyicil pada Senin lalu ke saya. Bayarnya Rp 150 ribu, dari biaya sewa kontrakan Rp 350 ribu," jelasnya.

Agus mengatakan, Ismail ditemukan setelah penghuni kontrakan lain di depan dan di sampingnya, curiga karena ada bau busuk yang berasal dari rumah korban.

"Saat diperiksa sama penghuni kontrakan lain, korban sudah ditemukan meninggal dunia di ruang depan kontrakan," beber Agus.

Warga sekitar lalu melaporkan hal itu ke Polsek Beji, yang langsung ditindaklanjuti dengan mengirimkan tim identifikasi untuk memeriksa jenazah korban.

Penulis: Budi Sam Law Malau

Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan