Kasus Mayat Penuh Luka, Hedrison Kehilangan Kabar Ayahnya saat Antar Penumpang ke Jakarta Utara

"Nah pas pukul 22.44 WIB, hape ayah saya sudah enggak aktif lagi," ungkap Hedrison kepada TribunJakarta.com

Kasus Mayat Penuh Luka, Hedrison Kehilangan Kabar Ayahnya saat Antar Penumpang ke Jakarta Utara
net
Ilustrasi Mayat 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Hedrison, anak dari pria bernama  Jap Son Tauw (68) itu bercerita kejadian sebelum ayahnya ditemukan dalam keadaan mengenaskan, tangan terikat dan di tubuhnya penuh luka.

Ayahnya, kata Hedrison, berprofesi sebagai sopir taksi online itu hilang saat mengantarkan penumpang berinisial Y dari Duta Harapan Indah, Jakarta Utara, menuju Kapuk Pasar Alam, Jakarta Barat, Senin (5/11/2018).

Baca: Mayat dengan Tangan Terikat dan Penuh Luka di Tangerang Seorang Pengemudi Taksi Online

Sang ayah menerima pesanan pukul 22.15 WIB dan diperkirakan tiba di lokasi penjemputan pukul 22.35 WIB.

"Nah pas pukul 22.44 WIB, hape ayah saya sudah enggak aktif lagi," ungkap Hedrison kepada TribunJakarta.com pada Kamis (8/11/2018).

Menurut dia, hal tersebut dia dapatkan dari data aplikasi milik ayahnya.

Hedrison dapat mengakses akun aplikasi taksi online milik ayahnya sebab dialah yang mendaftarkan email akun korban.

"Semua jelas ada dari yang pesan jam berapa ada record-nya. Saya cek di location google, itu pukul 22.44 WIB ponsel bapak sudah mati," jelas Hedrison.

Ia melanjutkan, dari data yang terekam di aplikasi tersebut, korban belum menurunkan penumpang.

Karena tak kunjung pulang pada Senin malam, Hedrison mengaku panik dan mencoba mengubungi call center Grab.

Grab tidak bisa memberikan informasi apapun terkait keberadaan si korban.

Halaman
12
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Sumber: TribunJakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved