Senin, 20 April 2015
Tribunnews.com

Mengintip Struktur Jaringan Teroris Jamaah Islamiah

Jumat, 24 September 2010 22:20 WIB

Mengintip Struktur Jaringan Teroris Jamaah Islamiah
MABES POLRI
Skema organisasi JI yang dipaparkan Mabes Polri, Jumat (24/9/2010).

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Peta kekuatan organisasi teroris di Indonesia, Singapura, Brunei, Malaysia, Thailand  dan Filipina dimotori oleh konfederasi orgnisasi islam radikal bernama Jamaah Islamiah. Meski belum terbukti, sumber intilejen mempercayai Jamaah Islamiah didirikan pertama kali oleh Abdullah Sungkar dan Abu Bakar Ba'asyir.

Sebagai jaringan teroris internasional, JI juga dipercayai mempunyai hubungan dan afiliasi yang erat dengan Al Qaeda pimpinan Osama Bin Laden. Misi JI adalah mendirikan negara kekalifahan Islam di Asia Tenggara, meliputi Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, Brunei, dan Kamboja.

Kapolri Jenderal Polisi Bambang Hendarso Danuri dalam konferensi persnya di Mabes Polri, Jumat (24/9/2010) mengumumkan soal sepak terjang JI dalam aksi teror di Indoensia selama 10 tahun terakhir. Kapolri memaparkan soal skema struktur organisasi JI dan siapa-siapa saja pimpinannya dalam 10 tahun terakhir.

Jamaah Islamiah, dipimpin oleh seorang Amir yang berkedudukan di Markaz atau markas. Polisi meyakinii bahwa sebelum ditangkap Abu Bakar Baasyir adalah Amir JI. Selain Amir, Markaz diisi pimpinan seperti Askari (Panglima Perang), PLH Amir, Regional Shura atau dewan penasihat dan BP Markaziyah. Hambali, sebelum ditangkap pada 11 Agustus 2003, pernah menjabat dewan penasihat Markaz JI. Hambali punya peran sebagai penghubung ke jaringan teroris Internasional seperti Al Qaeda dan Abu Sayaf.

Organisasi JI punya beberapa Mantiqi yang tunduk pada Markaz dalam menjalankan aksi terornya di Asia Tenggara. Ada empat mantiqi.

Mantiqi Ula atau Mantiqi I meliputi wilayah Singapura dan Malaysia. Nama Muklas alias Ali Gufron terpidana mati Bom Bali I pernah menjadi pimpinan Mantiqi Ula atau I.

Mantiqi II atau biasa disebut dengan nama Mantiqi Sani. Jaringan inilah yang cukup progresif menjalankan aksi terornya. Sebagian Wilayah Indonesia bagian barat dibawahai oleh Mantiqi II.  

Halaman12
Editor: Prawira Maulana
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas