Calon Presiden 2014

Fahri Hamzah: Joko Widodo Terseret Politik Pencitraan

Fahri Hamzah menilai wacana pencalonan Presiden Joko Widodo alias Jokowi menggangu konsentrasi gubernur DKI Jakarta itu.

Fahri Hamzah: Joko Widodo Terseret Politik  Pencitraan
TRIBUNNEWS.COM/FX Ismanto
Sekjen Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Fahri Hamzah 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Sekjen Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Fahri Hamzah menilai wacana pencalonan Presiden Joko Widodo alias Jokowi menggangu konsentrasi gubernur DKI Jakarta itu.

"Bahwa itu mengganggu konsentrasi Joko Widodo dengan politik pencapresan telah menyebabkan yang bersangkutan juga terseret kepada politik pencitraan," kata Fahri ketika dikonfirmasi, Selasa (14/1/2014).

Menurut Fahri inilah kemudian yang kita rasakan ketika banjir, macet dan persoalan laten kota Jakarta satu-satu muncul kembali. "Dan sangat disayangkan baik Jokowi maupun Ahok sendiri sejak awal sudah sangat gandrung dan mau diseret oleh isu itu," kata dia.

Dijelaskan bahwa seolah ini kesempatan tidak datang dua kali. "Seharusnya sejak awal Joko Widodo dan Ahok Basuki kita dorong membangun solidaritas untuk selesaikan masalah-masalah riil rakyat DKI bukan menyeretnya dalam kompetisi politik yang akhirnya membuat mereka banyak musuh," kata dia.

Lanjut Anggota DPR RI ini taruhannya bagi rakyat DKI Jakarta sangat besar makanya survey membuktikan rakyat DKI tidak setuju langkah sebagian kalangan yang menyeret Joko Widodo tersebut karena mereka tahu harus Ada ujian nyata selama lima tahun ini.

"Indonesia bukan Filipina atau Amerika Latin yang gandrung kepada popularitas figur sehingga artis dan pelawak jadi calon Presiden. Kita negara rasional dan memegang rumus seorang capres harus diuji di lapangan," kata Farhri. 

"Kalau boleh mengingatkan bahwa kita sudah sering kecewa oleh pemimpin yang pada awalnya sangat populer yang bahasa tubuhnya memuaskan publik. Tapi dengan bahasa tubuh yang sama juga kita kecewa dan bahkan marah," lanjutnya.

Penulis: Hasanudin Aco
Editor: Rachmat Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved