Jumat, 15 Mei 2026

Penangkapan Bambang Widjojanto

Arta Sempat Menduga BW Adalah Teroris

Arta Sibarosa (41), salah seorang saksi mata mengatakan saat Bambang ditangkap, di sekitar lokasi bersiaga belasan brimob

Tayang:
Editor: Hendra Gunawan
TRIBUN/DANY PERMANA
Koalisi Masyarakat Sipil Anti Korupsi berunjuk rasa di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi terkait penangkapan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto oleh Bareskrim Mabes Polri, Jumat (23/1/2015). Polri menangkap Bambang Widjojanto dengan alasan terkait dugaan kasus sengketa pilkada Kota Waringin Barat tahun 2010 lalu. (TRIBUNNEWS/DANY PERMANA) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Nurmulia Rekso Purnomo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA --- Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Bambang Widjojanto ditangkap Polisi di depan sebuah butik muslim, di Jalan Tugu Raya, Cimanggis, Depok, Jawa Barat, pagi tadi, Jumat (23/1/2015). Bambang disergap usai mengantar anaknya sekolah ke SD Nuruf Fikri, Cimanggis.

Arta Sibarosa (41), salah seorang saksi mata mengatakan saat Bambang ditangkap, di sekitar lokasi bersiaga belasan brimob berseragam, dengan senjata laras panjang. Selain itu terdapat juga banyak Polisi berseragam preman bertubuh tegap yang juga ikut bersiaga.

"Tadinya saya pikir itu teroris. Soalnya di Depok sini kan sering penangkapan teroris. Ternyata waktu lihat berita, itu pimpinan KPK," kata nya.

Bambang diamankan saat hendak pulang ke kediamannya di Cilodong, Depok. Ia hanya mengenakan sarung, baju koko putih dan kopyah. Ia bahkan sempat di borgol Polisi saat dibawa.

Awal yang bekerja di Ceria Mart yang juga menyaksikan kejadian itu mengatakan Polisi berseragam preman yang melarang para pegawai swalayan itu untuk keluar. Awal sendiri akhirnya memutuskan untuk tidak keluar mencari tahu apa gerangan yang terjadi.

"Saya di dalam saja akhirnya," tutur Awal.

Sementara itu Yamin yang bekerja di butik tepat di depan lokasi penangkapan mengatakan, sempat ada seorang pegawai butik yang coba mengabadikan penangkapan Bambang namun aksi itu keburu diendus Polisi.

"Waktu ketahuan Polisi, yang ngambil gambar itu didatangi, diminta hapus foto itu, sampai terhapus semua lalu polisinya Pergi," terangnya.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved