Kapolri Listyo Sigit Buka Suara Kapolda Metro Jaya Dijabat Jenderal Bintang Tiga
Kapolri Listyo Sigit Prabowo mengungkap alasan kenaikan pangkat Kapolda Metro Jaya menjadi Komisaris Jenderal.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkap alasan kenaikan pangkat Kapolda Metro Jaya menjadi Komisaris Jenderal (Komjen) atau jenderal bintang tiga.
Menurutnya, langkah tersebut terkait Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 38/Polri/Tahun 2026 yang ditandatangani Presiden Prabowo Subianto pada Rabu (13/5/2026).
Dengan keputusan itu, Kepala Polda Metro Jaya kini resmi dipimpin perwira tinggi berpangkat bintang tiga, setara dengan Panglima Kodam Jaya yang lebih dahulu menyandang pangkat Letnan Jenderal TNI.
Kapolri menyebut penyesuaian tersebut dilakukan untuk memperkuat koordinasi dan penanganan dinamika strategis di ibu kota negara.
“Menyesuaikan dengan Pangdam (Jaya),” ujar Sigit saat dikonfirmasi wartawan di Jakarta, Kamis.
Dengan aturan itu, maka Kapolda Metro Jaya saat ini yaitu Asep Edi Suheri telah naik pangkat dari Inspektur Jenderal (Irjen) ke Komjen.
Hal ini sudah dikonfirmasi sebelumnya oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto.
"Benar untuk Kapolda Metro Jaya saat ini berpangkat Komisaris Jendral Polisi berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia nomor 38/POLRI/TAHUN 2026 tanggal 13 Mei 2026," tuturnya pada Kamis (14/5/2026).
Aturan serupa juga ditujukan kepada TNI ketika jabatan Panglima Komando Daerah Militer Jayakarta (Pangdam Jaya) dijabat oleh perwira tinggi (pati) TNI bintang tiga.
Adapun aturan tersebut mulai berlaku sejak Maret 2026 lalu.
Plus Minus Kapolda Metro Dijabat Jenderal Bintang Tiga
Pengamat kepolisian dari Institute for Security and Strategic Studies, Bambang Rukminto menilai keputusan untuk menaikkan pangkat Kapolda Metro Jaya dari bintang dua ke bintang tiga memiliki kelebihan dan kekurangannya.
Kelebihannya, Polri dianggap telah melakukan pengembangan organisasinya secara lebih besar.
Selain itu, keputusan dari Prabowo ini menjadikan pemerintah telah memandang Jakarta bukan hanya sebagai wilayah administratif semata tetapi juga pusat keamanan strategis nasional.
"Kenaikan pangkat Kapolda Metro Jaya ini menyusul Pangdam Jaya yang sebelumnya juga menjadi bintang tiga juga. Bisa dilihat positif karena menunjukkan pengembangan organisasi Polri yang semakin besar," katanya kepada Tribunnews.com, Kamis.
"Ini sekaligus juga menunjukkan bahwa Jakarta kini dipandang negara sebagai pusat keamanan strategis nasional, bukan sekedar wilayah administratif yang mencerminkan meningkatnya kompleksitas ancaman di ibu kota, mulai dari polarisasi politik, mobilisasi massa, kriminalitas transnasional, terorisme, hingga disinformasi digital," sambung Bambang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/komjen-Asep-Edi-Suheri.jpg)