Pelecehan Verbal Oleh Saut Situmorang, Fatin Hamama Inginkan Perlindungan Hukum

Menurut Fatin, soal penahanan Saut bukan soal buku sastra yang dituduhkan kepadanya, melainkan pelecehan verbal yang dilakukan Saut selama ini.

Pelecehan Verbal Oleh Saut Situmorang, Fatin Hamama Inginkan Perlindungan Hukum
TRIBUN/DANY PERMANA
Seniman Sujewo Tejo (kanan) bersama Fatin Hamama (kiri) menunjukan 5 Buku Antologi dalam acara peluncuran buku tersebut di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Rabu (19/3/2014). Ke 5 buku tersebut bersisi puisi esai karya 23 penyair termasuk Sujiwo Tejo. (TRIBUNNEWS/DANY PERMANA) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Wahyu Aji

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sastrawan, Saut Situmorang, ditahan oleh penyidik Polres Metro Jakarta Timur. Pria asal
Sumatera Utara itu diperiksa sebagai saksi terlapor atas dugaan penghinaan verbal lewat jejaring sosial media,
Facebook kepada Fatin Hamama, seorang penyair perempuan.

Kasus pelecehan verbal yang dilakukan Saut kepada Fatin ini terjadi sekitar setahun lalu lewat Facebooknya. Saut
menyebut kata-kata yang tak senonoh kepada Fatin semisal "lonte tua yang tak laku", "bajingan", dan menyebutnya
"si jilbab" yang merupakan suatu keyakinan seseorang dalam memeluk agama.

Kasus Saut dan Fatin ini bermula dari terbitnya buku 33 Tokoh Sastra Paling Berpengaruh. Polemik soal buku itu pun ramai di laman grup Facebook bernama "Anti Pembodohan Buku 33 Tokoh Sastra Indonesia Paling Berpengaruh. Dari
situlah banyak sastrawan termasuk Saut menyampaikan kritikannya atas terbitnya buku tersebut.

"Saudara Saut tidak ditangkap. Dia dijemput paksa," kata Fatin kepada wartawan di Jakarta, Senin (30/3/2015)
kemarin.

Menurutnya, soal penahanan Saut bukan soal buku sastra yang dituduhkan kepadanya, melainkan pelecehan verbal yang
dilakukan Saut selama ini.

"Saya ingin mendapat perlindungan hukum dari apa yang diucapkan Saut yang menyebut saya bajingan, lonte tua dan
menyinggung jilbab saya yang merupakan keyakinan yang sangat sakral bagi saya," kata Fatin.

Fatin mengaku sebenarnya ia tak ingin memperpanjang kasus tersebut. Namun karena ada dorongan dari keluarganya
yang merasa ikut dilecehkan, akhirnya ia memberanikan diri untuk melaporkan kasus pelecehan ini.

"Tapi saya punya keluarga, suami dan keluarga yang terus mendorong untuk melapor ke pihak berwajib karena perkataannya itu menimbulkan efek jelek untuk keluarga saya. Suami mana yang rela istrinya disebut lonte tua, anak
mana yang rela ibunya disebut bajingan," tambahnya.

Saut dijemput paksa oleh polisi di kediamannya, Kamis, 26 Maret 2015 ini lantaran Saut mengindahkan tiga kali
panggilan pihak kepolisian. Ia dituduh melanggar pasal dan UU ITE.

Penulis: Wahyu Aji
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved