Minggu, 31 Agustus 2025

Rekam Jejak Gatot Dinilai Tepat Jadi Panglima TNI

Valens mengaku sangat mengetahui rekam jejaknya

Penulis: Edwin Firdaus
Setkab
Presiden Jokowi bersama Panglima TNI Jenderal Moeldoko dan KSAD Jenderal Gatot Nurmantyo 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengamat Militer, Valens Daki-Soo menilai langkah Presiden Jokowi menunjuk Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI Gatot Nurmantyo sebagai calon Panglima TNI merupakan sikap, kebijakan dan pilihan yang tepat. Utamanya dari segi politik pertahanan nasional.

"Penunjukan Jenderal Gatot sebagai calon Panglima TNI adalah pilihan yang tepat dari segi politik pertahanan nasional, aspek geostrategis dan geopolitis yang aktual dan kontekstual. Ketiga kepala staf (KSAD, KSAL, KSAU) tentu mampu, teruji dan berpengalaman dalam memimpin di matra masing-masing, dan Presiden Jokowi memilih Gatot tentu melalui pertimbangan multiaspek," kata Valens kepada wartawan di Jakarta, Rabu (17/6/2015).

Sebagai orang yang lama mengenal Gatot Nurmantyo, Valens mengaku sangat mengetahui rekam jejaknya. Menurut dia bobot kepemimpinan dan kemampuan Gatot, yang sebelum menjadi KSAD menjabat Pangkostrad, memimpin puluhan ribu pasukan elite AD dari korps Baret Hijau, sangat baik.

"Saya mengenal Pak Gatot sejak 2000 saat beliau masih berpangkat Letkol. Saat itu Pak Gatot menjabat Sekretaris Pribadi/Sespri Wakil KSAD Letjen Kiki Syahnakri. Saya sendiri adalah staf khusus Pak Kiki. Jadi saya paham dan mengikuti dengan baik perjalanan karir Pak Gatot," kata Valens.

Terlebih, menurut Politikus PDI Perjuangan itu, Gatot Nurmantyo telah melewati berbagai ajang penugasan strategis, baik di ranah tempur, teritorial maupun pendidikan.

Selepas dari jabatan Sespri Wakasad, Gatot Nurmantyo menjadi Dan Brigif I/Pam Jaya Sakti, Asops Pangdam Jaya, Dan Rindam Jaya, Danrem Surya Kencana/Bogor, Kasdiv II Kostrad/Malang, Gubernur Akmil Magelang, Pangdam V/Brawijaya, Dan Kodilklat AD, Pangkostrad, dan terakhir KSAD.

"Nah, dari 'track record' ini jelas terlihat bahwa kualitas, kapabilitas dan pengalaman memadai menjadi Panglima TNI. Apalagi Pak Gatot diyakini mampu meningkatkan terus profesionalisme militer kita, memantapkan reformasi internal TNI, meningkatkan postur TNI yang terdiri dari aspek kekuatan, kemampuan dan penggelaran," imbuhnya.

Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan