Selasa, 2 Juni 2026

334 Titik Panas di Indonesia Terdeksi Satelit TERRA NASA

"Sejak 1 Januari hingga 7 Agustus 2017, satelit TERRA/AQUA (NASA) mendeteksi adanya hotspot di 334 titik. Ini menurun drastis dibanding tahun lalu,"

Tayang:
TRIBUNNEWS.COM/ Vincentius Jyestha
Sunarno, Perwakilan Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan, saat memperlihatkan titik hotspot di Indonesia, di Gedung Manggala Wanabakti, Senayan, Jakarta Selatan, Selasa (8/8/2017). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengadakan media briefing guna mempublikasi kebakaran hutan dan lahan, serta titik panas di Indonesia yang terlihat melalui satelit.

Acara berlangsung di Gedung Manggala Wanabakti, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (8/8/2017).

Perwakilan Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan, Sunarno mengatakan terjadi penurunan titik panas (hotspot) di Indonesia dari tahun 2016, jika dilihat dari periode yang sama yaitu 1 Januari - 7 Agustus 2017.

Baca: Fahri Hamzah Minta Video Pidato Victor Laiskodat Dipertontonkan Kepada MKD

"Sejak 1 Januari hingga 7 Agustus 2017, satelit TERRA/AQUA (NASA) mendeteksi adanya hotspot di 334 titik. Ini menurun drastis dibanding tahun lalu," ujar Sunarno mewakili Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan, Raffles Brotestes Panjaitan.

Berdasarkan satelit TERRA/AQUA (NASA) penurunan yang terjadi di Indonesia mencapai presentase 84,60 persen.

Dalam periode yang sama tahun lalu, terdapat hotspot sebanyak 2.137.

Angka tersebut menunjukan terjadi penurunan sebesar 1.809 titik.

Baca: Jaksa Agung Sebut Ada Potensi Korupsi Dari Lahan Negara yang Dikuasai DL Sitorus

Perlu diketahui bahwa Indonesia melihat hotspot ini melalui 3 satelit yakni TERRA/AQUA (NASA), NOAA19, serta TERRA/AQUA (LAPAN).

"Dari ketiganya yang memiliki confidence level di atas 80 hanyalah TERRA/AQUA (NASA). Sehingga data yang digunakan lebih mengacu kepada satelit tersebut," ujar Djati Witjaksono, Kepala Biro Humas KLHK ketika ditemui selepas acara.

Berdasarkan satelit NOAA19 dengan periode yang sama, terdapat hotspot di 1.341 titik.

Jumlah tersebut meningkat 3,55 persen atau 46 titik dari tahun 2016 sebesar 1.295 titik.

Posko Nasional Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), dalam keterangan tertulis menyatakan per 7 Agustus 2017, dalam 3 satelit terlihat hotspot di titik-titik berbeda.

Baca: PAN Pilih Bandung Untuk Gelar Rakernas Karena Punya Nilai Strategis

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved