Mahfud MD Minta Pemerintah Atasi Ketidakadilan yang Terjadi di Tengah Masyarakat
"Kalau kita mau sadar, kebhinekaan itu harus betul-betul dijalankan. Maka kita akan bersatu di dalam kebhinekaan itu,"
Penulis:
Muhammad Zulfikar
Editor:
Adi Suhendi
Laporan Wartawan Tribunnews.com, M Zulfikar
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD menilai saat ini ada problem yang dihadapi bangsa Indonesia dalam bidang ekonomi.
Ia melihat ada kesenjangan yang terjadi antara kelompok kaya dengan miskin.
Menurut Mahfud, kesenjangan tersebut telah menciptakan ketidakadilan di tengah-tengah masyarakat.
Baca: Polisi Sebut Wanita Cantik yang Tewas di Apartemen Laguna Tinggal Sendirian
Dikatakan dia, ada 0,04 persen pemilik uang di bank itu lebih besar dari 47 persen dari pemilik uang di bank.
"Jadi ada 0,04 persen pemilik uang di bank itu jumlahnya lebih besar dari 47 persen milik masyarakat," kata Mahfud dalam acara Dialog Nasional Hut ke-51 Kahmi 'Mewujudkana Keadilan, Menyatu Dalam Kebhinekaan' di JCC Senayan, Jakarta, Selasa (19/9/2017).
Baca: Menristekdikti Sebut Diskusi Sejarah G30S/PKI di Kampus Tak Boleh Dilarang
Mahfud menuturkan, ke depan nasionalisme kita harus dibangun dalam basis keadilan.
Sehingga menurutnya, tidak ada masyarakat yang dirugikan kebijakan yang diatur negara.
"Kalau kita mau sadar, kebhinekaan itu harus betul-betul dijalankan. Maka kita akan bersatu di dalam kebhinekaan itu," tuturnya.
Masih kata Mahfud, dirinya berpendapat bahwa masyarakat Indonesia berhak mendapatkan keadilan.
Baca: Politikus PKS: Publik Tunggu Sikap Tegas Presiden Jokowi Tolak Pelemahan KPK
Menurutnya, keadilan merupakan kunci keselamatan bangsa di kemudian hari.
"Engga apa-apa kalau miskin bersama, tapi kalau miskin karena ditipu orang-orang tertentu, itu bisa terjadi sesuatu dimana-mana," katanya.
Mahfud mengingatkan pemerintah harus bertindak untuk menangani para penipu tersebut.
"Pemerintah harus mengambil langkah agar penipu-penipu yang menyebabkan ketidakadilan itu ditangani secara sungguh-sungguh," ucapnya.