Batas Anak Indonesia Punya Dwikewarganegaraan Hingga Usia 18 Tahun

"Setelah itu barulah diproses untuk dapat warga negara Indonesia kembali dengan sponsor ayah dan atau ibunya sendiri,"

Batas Anak Indonesia Punya Dwikewarganegaraan Hingga Usia 18 Tahun
Tribunnews.com/ Richard Susilo
Sosialisasi kebijakan ijin tinggal dan status keimigrasian bagi WNI yang tinggal di Jepang diikuti sekitar 60 orang hari Minggu (9/10/2017). 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Anak Warga Negara Indonesia di luar negeri boleh memiliki dwikewarganegaraan hanya sampai usia 18 tahun.
"Banyak pertanyaan di Tokyo ini mengenai dwikewarganegaraan bagi anaknya yang kini masih di bawah 18 tahun," kata Arief Munandar kepala imigrasi kedutaan besar Republik Indonesia (KBRI) khusus kepada Tribunnews.com minggu ini (9/10/2017).

Baca: Sri Mulyani: Kalau Pendeta Tiap Kotbah Mengenai Pajak Nanti Umat Males Datang

Menurut dia, apabila lewat dari usia 18 tahun maka seorang anak harus mendaftarkan untuk mendapatkan Kitap (kartu identitas tinggal tetap) dan mayoritas tinggal juga di Indonesia.

"Setelah itu barulah diproses untuk dapat warga negara Indonesia kembali dengan sponsor ayah dan atau ibunya sendiri," tambahnya.

Menjadi masalah adalah apabila tidak diurus lalu kehilangan Kitap sehingga harus diurus dari nol kembali.

Baca: Menteri Pariwisata Ingatkan Turis Jaga Jarak Aman Dengan Gunung Agung

Saat ini belum ada sistim dwiwarganegara bagi warga Indonesia.

Menurut UU yang baru tahun 2006 baru pengaturan anak yang diperbolehkan dwikewarganegaraan sampai dengan usia 18 tahun dan bahkan masih diberikan kesempatan sampai dengan usia 21 tahun masih diperkenankan.

"Apabila setelah umur 21 tahun masih juga pasif maka yang bersangkutan otomatis menjadi warga negara asing, tidak menjadi warga negara Indonesia," tambahnya.

Kini hanya sampai usia 18 tahun saja seorang anak harus memilih warga negara Indonesia atau warga asing. Lalu pemerintah dengan baik hati dengan ketentuannya tahun 2006 memberikan kesempatan sampai dengan usia 21 tahun.

Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help