Minggu, 31 Agustus 2025

Seusai Dilantik, Sri Sultan Sebut 'Pintu Yogyakarta Sedang Menghadap Selatan'

Sementara, perkara siapa yang akan menjabat menjadi Sultan, maka hal itu sudah menjadi wilayah dan keputusan Kraton.

Penulis: Amriyono Prakoso
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Sri Sultan Hamengku Buwono X dan KGPAA Paku Alam X seusai acara pengucapan sumpah jabatan pada pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang dipimpin Presiden Joko Widodo di Istana Negara Jakarta, Selasa (10/10/2017). Sri Sultan Hamengku Buwono X dan KGPAA Paku Alam X menjabat Gubernur dan Wakil Gubernur DIY untuk periode 2017-2022 Sesuai dengan UU Keistimewaan DIY. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Sri Paduka Paku Alam, kembali dilantik sebagai Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta untuk periode 2017-2022.

Memakai pakaian dinas upacara besar, kedua pemimpin Yogyakarta itu mengikuti prosesi pelantikan secara khidmat di Istana Negara, Jakarta, Selasa (10/10).

Baca: 8 Peraturan Unik yang Hanya Ada di Negara Swiss

Sri Sultan dan Paku Alam yang sampai di Jakarta pada Selasa siang, langsung menuju rumah perwakilan daerah yang berada di Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta.

Keduanya yang didampingi oleh istri dan anak mereka, segera bertolak menuju Istana usai santap siang.

Sebelum dilantik, keduanya mengikuti proses kirab budaya dan penyerahan petikan keputusan presiden No 107P/2017 tentang pengangkatan Sri Sultan dan Paku Alam sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DIY.

Supir pribadi Sri Sultan, Aboy menjelaskan pria yang diangkat menjadi Sultan selama 28 tahun itu, tidak menyiapkan hal-hal khusus untuk pelantikan kali ini. Meski baru pertama kalinya pelantikan gubernur Yogyakarta diadakan di Istana Negara.

Semua hal yang dibutuhkan Sri Sultan sudah berada di Jakarta, termasuk kendaraan yang biasa dipakai, yakni mobil Mercedez Benz seri GLS berwarna abu-abu. Hanya pakaian upacara yang dibawa langsung dari Kraton Yogyakarta.

"Tidak ada sih. Beliau orangnya tidak pernah macam-macam. Tidak suka hal-hal yang merepotkan orang," ucapnya di komplek Istana Kepresidenan.

Aboy yang sudah menjadi supir pribadi Sri Sultan selama 27 tahun itu, mengaku pribadi Sultan setiap kali akan menghadiri acara besar, hanya diam selama di perjalanan. Perbincangan hanya dilakukan dengan Gusti Kanjeng Ratu Hemas yang selalu ada disampingnya.

"Iya paling kalau ngobrol sama ibu. Kalau sama saya, jarang. Tadi juga ke sini, sama ibu saja bicaranya," jelas dia.

Sri Sultan Hamengku Buwono X dalam konfrensi persnya juga menjelaskan bahwa tidak mempermasalahkan pelantikan berlangsung di Istana Negara, Jakarta. Pasalnya, selama ini, mereka dilantik di Istana Kepresidenan Gedung Agung Yogyakarta.

"Tidak masalah mau di Yogya atau di Jakarta, semua keputusan presiden," ucap dia.

Pintu Yogya Hadap Selatan

Sri Sultan usai proses pelantikan mengatakan saat ini 'pintu' Yogyakarta sedang menghadap ke Selatan. Dirinya mengartikan, rencana pembangunan lima tahun ke depan akan fokus pada penguatan bahari.

Halaman
12
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan