Kantor Kemendagri Diserang, Tjahjo Kumolo: Harga Diri dan Kehormatan Saya Terganggu

Tjahjo sangat menyayangkan tindakan brutal tersebut mengingat dia telah menerima mereka dan memberikan penjelasan terkait hasil akhir kepala daerah.

Kantor Kemendagri Diserang, Tjahjo Kumolo: Harga Diri dan Kehormatan Saya Terganggu
Tribunnews.com / Imanuel Nicolas Manafe
Mendagri Tjahjo Kumolo. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengaku sangat terpukul karena kemarin kantornya diserang  oleh pengunjuk rasa yang mengaku masarakat Tolikara, Papua.

Tjahjo sangat menyayangkan tindakan brutal tersebut mengingat dia telah menerima mereka dan memberikan penjelasan terkait hasil akhir kepala daerah Tolikara.

Apalagi, penyerangan tersebut menyebabkan pegawai atau staf Kemendagri mengalami luka-luka.

"Bagi saya seperti wajah saya tertampar. Harga diri dan kehormatan saya khususnya terganggu dengan ulah orang-orang tersebut yang mengatasnamakan warga Tolikara pendukung calon Pilkada yang kalah," kata Tjahjo, Jakarta, Kamis (10/12/2017).

Tjahjo menegaskan para pelaku harus diproses secara hukum dan aktor intelektual di balik penyerangan tersebut harus diungkap.

Baca: Polisi Tetapkan 11 Orang Sebagai Tersangka Kasus Penyerangan Kantor Kemendagri

Politikus PDI Perjuangan mengatakan proses hukum tersebut demi kehormatan dan harga diri Kementerian Dalam Negeri.

Tjahjo mengatakan penyerangan tersebut tidak sekadar dari buntut Pilkada Tolikara namun untuk Pilkada Papua.

Tjahjo menengarai ada pihak yang menggerakkan dan mendanai massa.

"Harus dicari akar masalahnya siapa yang bermain yang mendanai mereka," kata dia.

Untuk menindaklanjutinya, Tjahjo telah memerintahkan Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Soedarmo untuk melakukan penyelidikan.

Penyerangan tersebut terjadi sekitar pukul 15.00 WIB pada Rabu (11/10/2017). 15 orang jadi korban karena kerusuhan tersebut. Lima korban dirawat di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Subroto sementara 10 lainnya di poliklinik.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono mengatakan, dalam peristiwa rusuh itu, 15 orang yang berasal dari LSM Barisan Merah Putih Provinsi Papua.

"Ada 15 orang kita amankan di Polda Metro Jaya," ujar Argo di Mapolda Metro Jaya, Semanggi, Jakarta Selatan, Rabu (11/10/2017).

Awalnya, sebelum terjadi kerusuhan, mereka menuntut pengesahan John Tabo-Barnabas Weya sebagai bupati terpilih hasil Pilkada Tolikara.

Penulis: Eri Komar Sinaga
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help