Begini Dalih Bupati Rita Saat Penyidik KPK Tunjukkan Bukti Aliran Dana Rp 6 Miliar

Dalam pemeriksaan tersebut, Rita kembali menyampaikan dirinya tidak bersalah dan tidak menerima suap Rp 6 miliar dari Hery Susanto Gun.

Begini Dalih Bupati Rita Saat Penyidik KPK Tunjukkan Bukti Aliran Dana Rp 6 Miliar
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Bupati Kutai Kartanegara nonaktif Rita Widyasari tiba di kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Jakarta untuk menjalani pemeriksaan, Jumat (13/10/2017). Rita Widyasari menjalani pemeriksaan lanjutan sebagai saksi untuk tersangka Hari Susanto Gun selaku Direktur Utama PT SGP terkait kasus penerimaan gratifikasi. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bupati Kutai Kartanegara Nonaktif, Rita Widyasari. kembali menjalani pemeriksaan di kantor KPK, Jakarta, Jumat (13/10/2017).

Kali ini Rita diperiksa sebagai saksi kasus dugaan pemberian suap Rp 6 miliar terkait perizinan kebun sawit dengan Tersangka Dirut PT Sawit Golden Prima, Hery Susanto Gun (HSG) alias Abun.

Dalam pemeriksaan tersebut, Rita kembali menyampaikan dirinya tidak bersalah dan tidak menerima suap Rp 6 miliar dari Hery Susanto Gun.

"Jadi bagi saya, saya tetap tidak merasa bersalah. Saya selalu mengatakan dengan segala keyakinan. Kalau berdusta, itu kan ada pasalnya. Bahwa saya jual beli emas," kata Rita seusai pemeriksaan di kantor KPK.

Rita juga mengaku penyidik sempat menunjukkan rekening aliran dana sebesar Rp 6 miliar dari seseorang kepada Hery dengan catatan tujuan untuk pengembalian Bupati Rita Widyasari. Penyidik pun mencecar Rita perihal tujuan uang tersebut.

Rita mengaku tidak tahu-menahu perihal aliran dana Rp6 miliar tersebut. Ia beralasan, urusan dirinya dengan Hery sebatas jual beli emas 15 kilogram pada 2010.

Baca: Resmikan Jalan Tol Medan-Tebing Tinggi, Jokowi Yakin Indonesia Bisa Naikkan Daya Saing

"Saya ditunjukan lagi pengiriman dari orang untuk Pak Hery Susanto, ke rekening Pak Hery sejumlah uang 6 miliar. Katanya untuk pengembalian uangnya saya. Padahal, saya enggak pernah mengembalikan uangnya Pak Hery Susanto. Meminjam juga tidak pernah. Saya benar-benar jual beli emas," akunya.

Lantas, Rita mengira-ngira aliran dana Rp6 miliar itu adalah uang yang dipinjam oleh Hery saat membayar emas yang dijualnya.

KPK menetapkan Bupati Kukar Rita Widyasari sebagai tersangka atas dua tindak pidana korupsi sejak 19 September 2017.

Rita diduga menerima suap Rp6 miliar dari Direktur Utama PT Sawit Golden Prima (PT SGP), Hery Susanto Gun aluuas Abun atas pemulusan perizinan lokasi untuk keperluan inti dan plasma perkebunan sawit di Desa Kupang Baru, Muara Kaman, kepada PT SGP. Diduga uang Rp6 miliar diterima oleh Rita pada sekitar Juli dan Agustus 2010.

Rita Widyasari diduga berperan sebagai penerima suap. Sementara, Hery Susanto disangkakan berperan sebagai pemberi suap.

Rita Widyasari juga diduga bersama-sama Komisaris PT Media Bangun Bersama (PT MBB) sekaligus orang kepercayaannya, Khairudin, menerima gratifikasi berupa uang dengan total Rp6,975 miliar dari sejumlah kepala SKPD atau kepala dinas terkait penggarapan sejumlah proyek.

Diduga Khairudin yang menjadi Ketua Tim Sukses pencalonan Rita Widyasari dalam pencalonan Gubernur Kalimantan Timur tersebut menjadi ketua tim operator dan penampung dana hasil negosiasi berbagai urusan di Pemkab Kukar, termasuk perizinan dan proyek pengadaan barang dan jasa.

Tim operator dan pengendali tersebut disebut Tim 11.

Penulis: Abdul Qodir
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help