Korupsi KTP Elektronik

Mahfud MD Lebih Fokus pada Masalah Korupsi e-KTP Ketimbang Laporan Pengacara Setya Novanto

Pengacara Setya Novanto (Setnov), Fredrich Yunadi (67), Sabtu (25/11/2017) menyatakan tidak takut kepada semua orang.

Mahfud MD Lebih Fokus pada Masalah Korupsi e-KTP Ketimbang Laporan Pengacara Setya Novanto
Kolase Tribunnews
Kolase Fredrich Yunadi, Mahfud MD dan Setya Novanto 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Indonesia

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengacara Setya Novanto (Setnov), Fredrich Yunadi (67), Sabtu (25/11/2017) menyatakan tidak takut kepada semua orang.

Bahkan dia mengaku sudah melaporkan pakar hukum tata negara Mahfud MD dan juga melaporkan 32 akun media sosial yang membuat meme kliennya tengah terbaring di rumah sakit.

Lalu apa komentar Mahfud MD menanggapi laporan tersebut?

"Tak apa-apa juga. Urusan kecil banget kalau direspons malah urusan besarnya jadi hilang nanti," kata mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) periode 2008-2011, Prof Dr Mohammad Mahfud MD kepada Tribunnews.com, Minggu (26/11/2017).

Baca: Golkar Disarankan Tunjuk Ketua Umum Definitif Jelang Pilkada 2018

"Pertama kali saya ditanya oleh pers tentang akan dilaporkannya itu saya menjawab, Laporkan saja. Fredrick sendiri menyatakan sebenarnya tidak ada lapor melapor itu," kata Mahfud.

Selain itu Mahfud juga berharap agar komentar dan opininya tak usah dikembangkan terlalu jauh.

"Tulis saja tiga catatan saya," kata Mahfud.

"Saya persilakan kalau mau lapor, ya laporkan saja. Kemudian berita itu dibantah oleh Fredrick sendiri yang bilang sebenarnya tak ada saling melapor. Oleh karena itu ketiga saya lebih fokus pada isu substansinya, korupsi e-KTP," jelas Mahfud.

Tapi menurut Mahfud, hal itu sudah lewat, tidak ada nilai beritanya lagi untuk diberitakan.

"Di Indonesia itu sudah tak jadi berita sejak Jumat malam dua hari lalu. Berita yang lain saja sebaiknya," kata dia.

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help