Polemik Yerusalem

FPI Ajak Umat Islam Indonesia Demo di Depan Kedubes Amerika Serikat

Melalui pernyataan resminya FPI meminta umat Islam di Indonesia untuk melakukan demontrasi besar-besaran di depan Kedubes AS.

FPI Ajak Umat Islam Indonesia Demo di Depan Kedubes Amerika Serikat
(Daily Mail/Getty Images)
Aksi protes dilakukan warga Palestina usai Amerika Serikat (AS) mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Langkah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengakui Yerusalem sebagai Ibukota Israel mendapat kecaman dari warga dunia. Tidak terkecuali di dalam negeri, gelombang protes mengalir dari seluruh lapisan masyarakat.

Beberapa elemen masyarakat dikabarkan akan melakukan demonstrasi di Kedutaan Besar Amerika Serikat, Jln Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat. Tidak terkecuali dari Front Pembela Islam.

Baca: Marsekal Hadi Jadi Panglima TNI, Siapa yang Akan Jadi KSAU?

Melalui pernyataan resminya FPI meminta umat Islam di Indonesia untuk melakukan demontrasi besar-besaran di depan Kedubes AS.

Pernyataan sikap ini ditandatangani oleh Ketua Umum FPI, Ahmad Shabri Lubis dan Sekretaris Umum, Munarman.

Berikut pernyataan sikap dari FPI:

Pertama; Sikap dan kebijakan Pemerintah Amerika Serikat tersebut jelas jelas merupakan pelanggaran atas Hukum Internasional. Secara Hukum Internasional Yerusalem adalah wilayah yang harusnya berada di bawah kewenangan internasional, dan diberikan status hukum dan politik yang terpisah (separated body). Hal ini didasarkan atas Resolusi Majelis Umum PBB Nomor 181 tahun 1947. Resolusi ini juga memberikan mandat berdirinya negara Arab (Palestina) dan negara Yahudi (Israel) yang masing-masing berstatus merdeka.

Kedua; Selain itu juga, sikap dan kebijakan Pemerintah Amerika Serikat tersebut melanggar beberapa Resolusi Dewan Keamanan PBB atas Yerusalem lainnya yaitu;

Ketiga; Selain melanggar Resolusi Dewan Keamanan PBB, Pemerintah Amerika Serikat jelas jelas membangkang terhadap Resolusi Majelis Umum PBB Atas Yerusalem.

Halaman
12
Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help