Korupsi KTP Elektronik

Sidang Praperadilan Novanto, Hakim Kusno: Hari Rabu Pagi Kesimpulan, Sore Langsung Putusan

Kepala Biro Hukum KPK, Setiadi menjelaskan pihaknya masih membutuhkan waktu memberikan jawaban karena ada perkembangan baru.

Sidang Praperadilan Novanto, Hakim Kusno: Hari Rabu Pagi Kesimpulan, Sore Langsung Putusan
youtube
Suasana sidang praperadilan kedua yang diajukan Setya Novanto terkait status tersangka dalam kasus korupsi KTP elektronik, Kamis (7/12/2017). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Hakim Tunggal Kusno kembali mengetuk palu untuk pembukaan sidang praperadilan dengan tersangka Setya Novanto di Pengadilan Jakarta Selatan, Kamis (7/12/2017).

Saat persidangan, kuasa hukum Setya Novanto, Ketut Mulya Arsana memaparkan alasan penetapan tersangka kepada kliennya oleh KPK adalah tidak sah.

Sedang termohon, yaitu KPK yang pada sidang sebelumnya berhalangan hadir, kini ikut hadir dalam agenda pembacaan permohonan.

Meski pada sidang Kamis (30/11/2017) lalu, Hakim Kusno sudah meminta agar KPK dapat memberikan jawaban.

Kepala Biro Hukum KPK, Setiadi menjelaskan pihaknya masih membutuhkan waktu memberikan jawaban karena ada perkembangan baru.

Baca: Polisi Jepang Ringkus Anggota Yakuza yang Bakar Temannya hingga Tewas

"Kami sudah siapkan jawaban sebenarnya. Tetapi, kami menunggu ada pernyataan baru atau tidak. Lagipula, ada perkembangan baru untuk penyempurnaan jawaban kami besok," jelas dia.

Selama persidangan berlangsung, baik KPK, kuasa hukum Novanto dan Hakim Tunggal Kusno mengatakan akan lebih baik apabila sidang praperadilan dilakukan secara cepat.

Pasalnya, dalam Hukum Acara Pidana, sidang praperadilan dilakukan paling lama, satu minggu atau tujuh hari kerja.

Hakim Kusno, mengatakan dirinya akan melakukan sidang secara cepat, apabila memungkinkan.

Halaman
123
Penulis: Amriyono Prakoso
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help