Stok dan Harga Ikan di Pasar Jadi Parameter Kementerian Perikanan dan Kelautan

Menteri Susi Pudjiastuti (52) masih bingung karena banyak ikan melimpah bahkan ukuran juga besar tetapi harga di pasaran murah.

Stok dan Harga Ikan di Pasar Jadi Parameter Kementerian Perikanan dan Kelautan
Koresponden Tribunnews/Richard Susilo
Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Susi Pudjiastuti di Tokyo Jepang. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Perikanan dan Kelautan Indonesia, DR (Hon) Susi Pudjiastuti (52) masih bingung karena banyak ikan melimpah bahkan ukuran juga besar tetapi harga di pasaran murah.

"Sekarang di pasar becek, di mall di supermarket banyak ikan melimpah itu bahkan gede-gede, kok harganya murah-murah ya?" kata Menteri Susi kepada Tribunnews.com, Jumat (12/1/2018).

Bagi Menteri Susi, stok dan harga ikan di pasar menjadi barometer atau pun parameter baginya melihat keberhasilan kementerian yang dipegangnya itu.

"Kalau saya sih parameter kinerja Kementerian Perikanan dan Kelautan itu mengenai berapa stok yang ada dan harga ikan yang dijual di pasar," lanjutnya.

Dengan demikian harga ikan di pasar di Indonesia yang masih rendah menjadi pertanyaan bagi Menteri Susi.

"Harga ikan murah berefek pada turunnya harga daging sapi karena semakin banyak orang akan beralih ke ikan," kata Menteri Susi.

Baca: Sandi Sebut Alasan Pembongkaran Pagar Pembatas Monas karena Dikritik Menteri BUMN

Dengan demikian kalau terjadi sebaliknya, ikan susah dicari dan harga ikannya mahal, maka rakyat akan ribut dan itu barulah masalah.

"Harusnya dua pejabat tinggi kita ribut dong kalau stok ikan menipis dan harganya mahal," kata Menteri Susi.

Sementara itu Menteri Susi mendapatkan komentar dukungan dari seorang tenaga kerja wanita (TKW) di Hong Kong.

"Saya Sumidah asal Indramayu sekarang masih bekerja di Hong Kong. Baru kali ini aku benar-benar merasa bangga jadi orang Indonesia, bersyukur punya menteri kayak Ibu Susi. Semoga Ibu dan Pak Jokowi diberikan kesehatan dan panjang umum," ungkap Sumidah.

Bukan hanya dari TKW ternyata pengacara terkenal Hotman Paris Hutapea juga jadi pengagum dan pendukung Menteri Susi.

"Menteri Susi dalam beberapa hari bisa menenggelamkan buaya kapal laut. Luar biasa. Menteri Kelautan berikan pendapat hukum yang sangat brillian, bahwa kapal punya kewarganegaraan dan bahwa kapal punya bendera memenuhi syarat sebagai pelaku. Itu terobosan cara pidana yang mengalahkan para profesor hukum. Harusnya Menteri Susi mendapat gelar profesor pidana," kata Hotman dalam videonya.

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help