Penyidik KPK Diteror

Polisi Jangan Melihat TGPF Novel Sebagai Aib

Kasus penyerangan terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel atau Novel Baswedan sudah lebih dari sembilan bulan berlalu.

Polisi Jangan Melihat TGPF Novel Sebagai Aib
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Polda Metro Jaya merilis sketsa terduga pelaku penyeraman air keras kepada penyidik KPK Novel Baswedan, di gedung KPK, Jakarta, Jumat (24/11/2017). Sketsa tersebut didapat setelah dilakukan penyelidikan CCTV di lokasi kejadian penyiraman Novel Baswedan. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

Laporan Wartawan tribunnews.com, Nurmulia Rekso Purnomo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kasus penyerangan terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel atau Novel Baswedan sudah lebih dari sembilan bulan berlalu.

Pengacara Novel, Muhammad Isnur, menganggap sampai saat ini, penyidikan Polri belum menunjukan hasil yang berarti, kecuali sketsa wajah yang diduga pelaku.

Padahal para penyidik sudah mengantongi petunjuk terkait pelaku, mulai dari foto-foto hingga plat nomor kendaraana yang diduga digunakan pelaku. Dengan bermodal barang-barang tersebut, Polisi hanya bisa mengeluarkan sketsa, dan belum berhasil menyeret para pelaku dan otak dibaliknya.

Baca: Bima Sakti: Lawan Islandia, Timnas Indonesia Siap Tampil Bagus dan Raih Kemenangan

"Kekhawatiran dan pernyataan Novel semakin terbukti. Sejak awal Novel, pendamping dan keluarga tidak yakin Kepolisian akan mengungkap," ujarnya kepada wartawan di kantor Indonesia Corruption Watch (ICW), Jakarta Selatan, Jumat (12/1/2018).

Sebelum penyerangan terjadi pada Maret lalu, Novel dan sejumlah warga di lingkungan kediamannya di Jakarta Utara, sudah menyadari kehadiran orang-orang yang tidak dikenal di wilayah mereka. Warga sempat memfoto orang-orang tersebut, dan kendaraan yang mereka tumpangi.

Foto-foto tersebut sudah diserahkan ke penyidik, dan menurut Muhammad Isnur, Polisi juga sudah mengeluarkan sketsa yang mirip dengan orang-orang yang ada di dalam foto.

Selain itu Polisi juga menemukan gelas di lokasi penyerangan, di gelas tersebut diduga terdapat sidik jari pelaku. Namun sampai saat ini pelaku penyerangan belum juga diungkap.

Ia mengingatkan, Novel pernah berujar bahwa dalam kasus penyerangan terhadap dirinya, terdapat keterlibatan jenderal Polri.

Halaman
12
Penulis: Nurmulia Rekso Purnomo
Editor: Samuel Febrianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved