Pilpres 2019

Cak Imin, Rommy, AHY hingga Puan Masuk Radar PDIP untuk Jadi Cawapres Jokowi

"Sekarang kita sedang lakukan pengkajian mendalam terhadap semua calon itu," ujar Basarah di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, (14/3/2018).

Cak Imin, Rommy, AHY hingga Puan Masuk Radar PDIP untuk Jadi Cawapres Jokowi
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto (kanan), didampingi Wakil Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Ahmad Basarah (kiri) memberikan keterangan pers di Kantor DPP PDIP, Jakarta, Selasa (9/1/2018). PDI Perjuangan akan menggelar perayaan HUT ke-45 pada Rabu (10/1) di Jakarta Covention Center dengan tema Pancasila Bintang Penuntun Indonesia Raya. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Sekretaris Jenderal PDIP Ahmad Basarah mengatakan partainya masih mengkaji sejumlah nama untuk dipasangkan bersama Joko Widodo di Pemilihan presiden 2019.

Basarah tidak menyebutkan seluruh nama yang dikaji untuk menjadi Cawapres.

Namun beberapa diantaranya yakni Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin), Ketua Umum PPP Romahurmuziy alias Rommy, Ketua Kogasma Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, serta Menko PMK Puan Maharani.

"Sekarang kita sedang lakukan pengkajian mendalam terhadap semua calon itu," ujar Basarah di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, (14/3/2018).

Baca: Mahfud MD Bersedia Jika Diminta Jadi Cawapres Jokowi

Menurut Basarah nama-nama Cawapres tersebut masih dalam daftar panjang. Bila diibatkan sekarang ini pembahasan Cawapres masih dalam babak penyisihan. Nama Cawapres akan mengerucut ‎sebelum hari raya Idul Fitri, Juni mendatang.

‎"Nanti kita lihat, sekarang kita sedang melakukan pengkajian dengan beberapa partai politik figur Cawapres yang muncul, kemudian kencenderungan kekuatan-kekuatan politik baik partai maupun ormas tapi kita masih kaji," katanya.

Sementara itu terkait sejumlah partai koalisi pemerintah yang menyodorkan nama Ketumnya untuk mendampingi Jokowi, menurut Basarah merupakan hal yang wajar.

Setiap partai pasti mendahulukan kadernya dalam setiap Pemilu.

"Wajar situasi babak penyisihan ini diwarnai dengan aspirasi berbagai macam baik dari Parpol dan non Parpol yang ingin mengusulkan tokoh-tokohnya menjadi wakil pak Jokowi. Itu sah tapi pada akhirnya melakui proses seleksi politik. Begitu masuk perempat final tinggal 4 orang, grand final tinggal dua orang, finalnya nanti pak Jokowi yang menentukan," pungkasnya.

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved