Sabtu, 9 Mei 2026

Pemilu 2019

PSI Minta Bawaslu Introspeksi dan Evaluasi Diri

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) meminta Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) introspeksi dan evaluasi diri.

Tayang:
Tribunnews.com/ Vincentius Jyestha
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Raja Juli Antoni 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) meminta Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) introspeksi dan evaluasi diri.

"Dalam kesempatan ini sekali lagi kami meminta pada pihak Bawaslu untuk menjadikan momentum ini untuk introspeksi diri, mengevaluasi diri, momentum untuk meningkatkan kapasitas berbasis keadilan," ujar Sekjen PSI, Raja Juli Antoni, dalam konferensi pers di DPP PSI, Jalan KH Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Jumat (1/6/2018).

Baca: Grace Natalie Apresiasi Polri Atas Terbitnya SP3 Kasus PSI

Menurut dia, keadilan harus tajam kepada siapapun, tidak hanya tajam kepada pihak tertentu saja.

Toni, begitu ia disapa, mengatakan hal ini lantaran partainya menyadari Bawaslu merupakan institusi yang sangat penting bagi demokrasi.

Baca: Israel dan Myanmar Tandatangani Kesepakatan Koreksi Buku Sejarah Masing-masing

Mantan Ketua Umum PP Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) itu juga menegaskan hasil pemilu 2019 nanti akan sangat bergantung pada Bawaslu.

"Apakah pemilu itu legitimate atau tidak tergantung Bawaslu," ungkapnya.

Karena itu sejak PSI didirikan, lanjut dia, partainya memiliki kelapangan dada dan kesadaran bahwa Bawaslu merupakan partner bagi PSI dalam mematangkan demokrasi.

Baca: Sekjen Golkar: 34 DPD Minta Airlangga Jadi Cawapres Jokowi

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum PSI, Grace Natalie, juga mengungkapkan bahwa Bawaslu RI adalah lembaga yang sangat penting dalam demokrasi.

Karena itu, Grace menilai Bawaslu harus dikawal agar selalu menghasilkan keputusan atau rekomendasi yang benar dan berkualitas.

“Mutu demokrasi kita, salah satunya, diukur dari kualitas keputusan atau rekomendasi Bawaslu. Jika Bawaslu kurang berkualitas, tentu akan berdampak buruk pada proses demokrasi kita. Perkara ini semestinya menjadi pelajaran kita semua,” kata Grace.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved