Senin, 1 September 2025

Pemilu 2019

Pengamat: Pemilu 2019 Jadi Pemilu Hidup Mati Bagi Partai Demokrat

Pengamat komunikasi politik dari Universitas Paramadina Hendri Satrio menilai pemilu 2019 akan menentukan hidup atau mati bagi Partai Demokrat.

Editor: Adi Suhendi
Vincentius Jyestha/Tribunnews.com
Hendri Satrio 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Srihandriatmo Malau

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengamat komunikasi politik dari Universitas Paramadina Hendri Satrio menilai pemilu 2019 akan menentukan hidup atau mati bagi Partai Demokrat.

Dalam Pemilu 2019 ini, partai yang dipimpin Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tersebut harus berjuang sekuat tenaga lolos syarat ambang batas parlemen.

"Untuk Demokrat, pemilu kali ini jadi pemilu yang hidup mati mereka bisa lolos empat persen terus lanjut. Atau apakah tidak berhasil? Ataupun berhasil tapi hanya lima persen, ya itu kemunduran yang sangat," ujar pendiri lembaga survei KedaiKOPI ini kepada Tribunnews.com, Selasa (13/11/2018).

Baca: Suami Istri Bunuh dan Kubur Bayi Mereka di Kebun

Karena itu, Hendri Satrio melihat, partai Demokrat mengambil strategi membebaskan para kadernya memilih pasangan calon presiden dan wakil presiden di Pilpres 2019.

"Misalnya, di Jawa Tengah, pasti kader-kadernya Demokrat lebih suka memasang fotonya Joko Widodo (Jokowi) ketimbang Prabowo," ujarnya.

Dengan demikian, ia menilai strategi Demokrat ini terlihat lebih pragmatis.

Baca: Erdogan: Intelijen Arab Saudi Terkejut Saat Dengar Rekaman Pembunuhan Jamal Khashoggi

"Caranya ya tidak perlu loyal kepada Prabowo-Sandiaga, ya tidak apa-apa menurut Demokrat. Karena yang paling penting bagi Demokrat adalah lolos ke DPR," ujarnya.

Namun lebih jauh dia mempertanyakan keyakinan Demokrat terkait kemenangan pasangan nomor urut 02, Prabowo-Sandi yang menjadi pilihan dukungan di Pilpres 2019.

"Kalau tidak punya keyakinan bakal menang, ya mereka memastikan untuk lolos ke DPR, baru memikirkan Prabowo-Sandi," jelasnya.

Baca: Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi, Kerabat: Saya Kira Perampokan Saja Enggak Sampai Tewas

Sebelumnya, Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas mengaku mengetahui ada kader partai yang mendukung pasangan calon (paslon) nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Padahal, Demokrat secara resmi mengusung paslon nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.

"Kami sudah sangat mengetahui, survei internal Partai Demokrat menyatakan memang mayoritas memilih Pak Prabowo, tetapi ada juga yang sesuai dengan kultural wilayah setempat itu memilih Pak Jokowi," kata Ibas saat ditemui di sela-sela acara Pembekalan Caleg DPR RI Partai Demokrat di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (11/11/2018).

Menurut dia, hal itu juga terjadi pada partai lain. Ia menilai, belum tentu seluruh kader mendukung pasangan calon yang diusung secara resmi oleh partai.

Ibas mengatakan, Demokrat adalah partai yang demokratis. Pilihan dukungan untuk pilpres, menurut dia, urusan masing-masing kader sebagai individu.

Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan