Mendikbud Sebut Pertama Kali Kongres Kebudayaan Dilaksanakan dengan Format Berbeda

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengatakan Kongres Kebudayaan Indonesia 2018 menjadi acara pertama.

Mendikbud Sebut Pertama Kali Kongres Kebudayaan Dilaksanakan dengan Format Berbeda
Tribunnews.com/ Vincentius Jyestha
Mendikbud Muhadjir Effendy saat mendampingi Presiden Joko Widodo dalam Kongres Kebudayaan Indonesia 2018 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengatakan Kongres Kebudayaan Indonesia 2018 menjadi acara pertama yang dilaksanakan dengan format berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

Perbedaan ini juga ditandai dengan perhelatan 100 tahun Kongres Kebudayaan.

Baca: Jokowi Bacakan Puisi Diponegoro Karya Chairil Anwar dalam Kongres Kebudayaan Indonesia 2018

"Ini adalah pertama kalinya kongres kebudayaan dilaksanakan dengan format yang berbeda. Sebagai bentuk ekspresi para budayawan dan pegiat budaya dalam mengungkapkan pokok-pokok pikirannya," ujar Muhadjir, dalam sambutannya di Kemendikbud, Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (9/12/2018).

Perbedaan tersebut, kata dia, terlihat dari banyaknya kegiatan yang dilakukan mulai 5 hingga 9 Desember 2018.

Baca: Sejumlah Menteri Kabinet Kerja hingga Meutia Hatta Hadiri Kongres Kebudayaan Indonesia 2018

Kegiatan tersebut antara lain forum, debat publik, kuliah umum, pidato kebudayaan, pertunjukan seni budaya, konser musik, kelas inspiratif, pameran objek kemajuan kebudayaan, hingga bazar rakyat.

Muhadjir mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo telah menginstruksikan untuk menyusun strategi kebudayaan dengan mengacu pada Trisakti, pada 31 Agustus 2018 silam.

Acuan itu, kata dia, yakni dengan memperhatikan bagaimana azaz berdaulat dalam politik, mandiri dalam ekonomi, kaya dalam kebudayaan, dan dapat menjadi peningkatan kebudayaan semua masyarakat.

Baca: Hadiri Kongres Kebudayaan Indonesia 2018, Jokowi Jadi Rebutan Selfie

"Dan pada hari ini kami telah memenuhi instruksi Presiden. Insyaallah dalam waktu dekat perwakilan budayawan akan menyerahkan naskah strategi kebudayaan nasional untuk Indonesia," kata dia.

"Strategi kebudayaan tersebut diharapkan dapat memperkuat berbagai sektor dengan melibatkan segenap pengampu kepentingan, maupun kebudayaan. Itu merupakan peristiwa yang sangat penting pada hari ini," imbuh Muhadjir.

Lebih lanjut, ia mengaku berharap banyak dengan pelaku kebudayaan dalam kongres ini. Agar nantinya, lanjutnya, strategi kebudayaan mampu menjadi dokumen kemajuan tersendiri untuk ke depan.

"(Kami berharap) Strategi kebudayaan ini bisa menjadi dokumen kemajuan kebudayaan masyarakat hingga tahun-tahun kedepan," katanya.

Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved