Minggu, 31 Agustus 2025

BNPB Catat 79 Orang Tewas dan Ribuan Jiwa Mengungsi Akibat Banjir dan Longsor di Sulawesi Selatan

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 79 orang tewas, seorang hilang, dan 48 mengalami luka-luka

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Adi Suhendi
Tribunnews.com/ Fitri Wulandari
Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat BNPB Sutopo Purwo Nugroho di Kantor BNPB, Jakarta Timur, Kamis (31/1/2019). 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 79 orang tewas, seorang hilang, dan 48 mengalami luka-luka akibat bencana tanah longsor dan banjir bandang di Sulawesi Selatan (Sulsel).

Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan hingga saat ini tercatat korban yang mengungsi sebanyak 5.506 jiwa.

"Dampaknya adalah 79 jiwa meninggal, hilang 1 jiwa, luka-luka 48 jiwa dan mengungsi 5.506 jiwa," ujar Sutopo, di Kantor BNPB, Jakarta Timur, Kamis (31/1/2019).

Baca: Ahli Forensik Akustik Tidak Bisa Memastikan Originalitas Rekaman Penyidik KPK

Sementara itu, lebih dari seribu hunian mengalami kerusakan, serta 22 ribuan hunian lainnya tenggelam setelah diterjang bencana longsor dan banjir bandang pekan lalu.

"Rumah rusak 1.397 unit, rumah tenggelam 22.506 unit," kata Sutopo.

Selain korban jiwa dan hunian, terdapat fasilitas lainnya yang turut terdampak.

Mulai dari jembatan, sawah, sekolah, hingga rumah ibadah.

Baca: Putra Mahkota Pahang Abdullah bin Sultan Ahmad Shah Dilantik sebagai Raja Malaysia

Untuk lahan persawahan, 12.785 hektar sawah terendam dan ini membuat para petani tidak bisa bekerja seperti biasanya.

"Jembatan terdampak sebanyak 56 unit, sawah terendam 12.785 hektar, sekolah terdampak 56 unit, peribadatan terdampak 12 unit, pemerintah 31 unit, dan pasar terdampak 2 unit," jelas Sutopo.

Terkait status tanggap darurat saat ini masih tersisa enam hari, lantaran akan berakhir pada 6 Februari mendatang.

Baca: Formappi Apresiasi Langkah KPU Umumkan Caleg Mantan Napi Koruptor

Perlu diketahui, bencana banjir yang terjadi sejak 22 Januari lalu disebabkan oleh tingginya intensitas hujan hingga mengakibatkan luapan air yang tidak mampu dibendung DAM Bili-bili.

Bukan hanya kota Makassar, sejumlah kabupaten di provinsi Sulawesi Selatan pun terdampak.

Wilayah itu meliputi Kabupaten Gowa, Kabupaten Maros, Kabupaten Pangkep, Kabupaten Barru dan Kabupaten Soppeng.

Kemudian banjir bandang juga membuat jembatan yang berada di Desa Moncongloe, Kecamatan Manuju, Kabupaten Gowa roboh dan memisahkan dua desa dan satu kecamatan.

Peristiwa itu terjadi pada Selasa (22/1/2019), sekitar pukul 11.00 WITA.

Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan